Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Tuesday, May 18, 2010

Memaafkan Itu Menyehatkan

Ustadz, saya mau nanya, apakah boleh jika seseorang yang difitnah merasa sakit hati, dan jika orang yang d fitnah enggan memaafkan orang yang memfitnah, apalagi jika yang memfitnah tidak mau meminta maaf, dan dia merasa tidak punya salah sama sekali, malahan ia menjelek-jelekan orang yang telah ia fi tnah? Wass. Ustadz 087870305XXX

JAWAB: Sakit hati karena difitnah itu manusiawi, namun Islam mengajarkan agar kita memaafkan karena Allah pun Maha Pemaaf. Memaafkan itu sangat besar pahalanya, karenanya terasa berat melakukannya. Memaafkan itu juga menyehatkan secara psikologis.

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al Qur’an, 7:199)

"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)

"Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43).

Para ilmuwan Amerika –seperti dikutip harunyahya.com -- membuktikan, mereka yang mampu memaafkan lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Wallahu a’lam.*
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))