Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Rezeki. Show all posts
Showing posts with label Rezeki. Show all posts

Wednesday, June 8, 2011

Rezeki Bukan Cuma Harta

Kita bekerja dan berdoa memohon rezeki.  Harus diingat, rezeki bukan hanya berupa uang atau harta benda, namun juga ilmu, wawasan, keterampilan, kecerdasan otak, kefasihan bicara, dan kesehatan.

Udara (oksigen) yang kita hirup, kebutuhan air, cahaya matahari, hasil hutan, hasil bumi/tambang, atau apa pun yang dapat diambil manfaatnya adalah rezeki. ”Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya,” tegas ulama kenamaan dari Mesir, Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi.

Itulah sebabnya, balasan Allah SWTatas sedekah uang yang dilakukan orang tidak harus berupa uang juga. Bisa jadi balasan itu berupa terhindarnya seseorang dari penyakit atau mara bahaya, atau perasaan tentram di dalam jiwa, atau kehidupan yang penuh dengan keberkahan dan kemanfaatan, dan lain-lain.

Hakikatnya yang disebut rezeki adalah sesuatu yang sudah kita rasakan manfaatnya atau sudah dipergunakan. Makanan yang ada di kulkas belum tentu rezeki kita, sebelum kita memakannya. Demikian pula minuman sebelum kita minum dan pakaian sebelum kita kenakan.
Uang yang ada di saku, dompet, atau rekening kita juga belum tentu rezeki kita, karena bisa saja hilang atau kita meninggal dunia sehingga uang itu berpindah kepemilikan, misalnya kepada ahli waris atau orang lain.

Uang baru disebut rezeki kita jika sudah dibelanjakan dan belanjaan itu sudah kita nikmati. Ia juga baru bisa disebut rezeki jika sudah kita belanjakan di jalan Allah dengan zakat, infak, dan sedekah. Bahkan, infak di jalan Allah termasuk Amal Jariyah berarti menjadikan uang itu sebagai ”rezeki dunia-akhirat” karena pahalanya terus mengalir hingga ke alam akhirat.

Yang pasti, Allah SWT menjamin ada rezeki bagi setiap makhluk-Nya (QS. 11:6). Tugas kita adalah ikhtiar, doa, dan tawakal untuk menjemput rezeki itu. Wallahu a’lam.*

Read More »
1:35 PM | 0 comments

Tuesday, March 29, 2011

Harta yang Berkah

BERKAH (barokah, berkat) memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. Menurut Imam Nawawi, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi" (Syarah Shahih Muslim).

Harta atau rezeki yang berkah adalah harta yang bertambah dan mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat. Untuk mencapainya, ada dua jalan, yakni mendapatkannya dengan cara halal, tidak curang atau batil, dan dengan membersihkannya dari hak orang lain (dikeluarkan zakatnya) serta menginfakkannya di jalan Allah (sedekah).

Selain itu, jadikan harta sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT. Jangan sampai harta habis dikonsumsi di dunia, tanpa menabungkannya berupa pahala di akhirat kelak.

Rasulullah Saw bersabda: “Bersedekahlah kalian karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah Swt melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian” (Al-Wasail).

"Sesungguhnya harta itu indah dan manis. Barangsiapa menyambutnya dengan murah hati (ridha), maka ia akan memperoleh berkah. Dan barangsiapa mengambilnya dengan tamak serta curang, maka ia tidak akan memperoleh berkah. Ia seperti orang yang makan, tapi tidak pernah kenyang." (HR Muslim).* Wallahu a’lam.

Read More »
7:51 AM | 0 comments

Friday, March 18, 2011

Mengundang Rezeki Lebih dengan Berinfak

Allah Swt menyuruh kita mengeluarkan (infak) sebagian rezeki yang telah dikaruniakan kepada kita. Dia berjanji akan menggantinya dengan berlipat-ganda.

Infak menjadi bagian ciri orang beriman dan bertakwa:  "...(dan orang-orang yang bertakwa itu) menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka" (QS. Al-Baqarah:3).

Allah Swt berjanji tidak akan menyia-nyiakan infak dan sedekah. Dia mengumpamakan infak yang kita keluarkan seperti menanam bibit di tanah yang subur, selalu tumbuh. Dan dari bibit itu berulang-ulang tumbuh dan kita makan.

Sebutir bibit yang kita simpan dan kita tanam di tanah yang subur, ia akan selalu tumbuh sehingga menjadi ratusan bibit. Itulah ciptaan Allah swt, dan itulah yang diambil dari harta kita dengan kadar tertentu. Kemudian kita infakkan di jalan-Nya dan kita sedekahkan pada hamba-hamba-Nya, lalu Dia melipat-gandakan untuk kita.

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir bibit yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir: seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261).

Gemar berinfak adalah bukti iman, tanda syukur, membersihkan harta, juga mengundang rezeki Allah Swt yang lebih banyak dan berkah. Amin! Wallahu a'lam.*

Read More »
2:25 PM | 0 comments

Thursday, March 10, 2011

Amalan Pembuka Rezeki

ALLAH SWT menjanjikan semua makhluknya akan mendapatkan rezeki. Bahkan, rezeki itu sudah ditentukan oleh-Nya ketika seorang manusia masih dalam kandungan ibunya.

Namun, bukan berarti kita boleh tinggal diam menunggu rezeki “jatah” kita, tetapi rezeki itu harus diburu atau dicari dengan doa, ikhtiar, dan tawakal, plus sejumlah amal saleh untuk memperlancar datangnya rezeki tersebut.

Di antara amalan pembuka rezeki tersebut adalah menolong kaum dhuafa, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, gemar bersedekah, dan tawakal.



Menolong Sesama

“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (HR. Bukhari).

“Siapa yang menunaikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatnya” (HR. Muslim).



Gemar Sedekah

“Kunci rezeki hamba itu ditentang ‘Arasy yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka barangsiapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain (sedekah), niscaya Allah membanyakkan baginya dan siapa yang menyedikitkan (kikir, tidak suka berderma), niscaya Allah menyedikitkan baginya” (HR. Ad-Daruquthni dari Anas r.a.)



Tawakal

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Thalaq: 3)

“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki. Ia pagi hari dalam keadaan lapar dan petang hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.). Wallahu a’lam.*

Read More »
7:03 AM | 0 comments

Wednesday, January 12, 2011

Hubungan Intim Pelancar Rezeki?

Pa ustd,sy mau tanya,byk org yg mengatakan, hubungan intim ketika sudah menikah, adalah pelancar rejeki, betulkah? Lantas bagaimana yg sdh menikah, tp blm berhubungan intim, dikarnakan ada satu dan lain hal? Dr hamba allah. 085720035XXX



JAWAB: Tidak benar. Tidak ada hubungan antara hubungan intim dengan rezeki. Rezeki sudah ditentukan Allah SWT sejak kita berada dalam kandungan bahkan sejak di alam ruh. Kita tinggal berusaha dan berdoa.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6). Wallahu a’lam.*

Read More »
2:01 AM | 0 comments