Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts

Friday, November 23, 2012

Bahaya Utang

hong-kong-dollarNabi Muhammad Saw selalu meminta perlindungan kepada Allah  dari banyak utang  dengan doanya:  Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang) (HR. Bukhari dan Muslim).

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi).  Yang dimaksud "urusannya masih menggantung"  adalah tidak bisa kita katakan ia selamat atau sengsara sampai dilihat utangnya tersebut lunas atau tidak. Hadits ini dorongan agar ahli waris segera melunasi utang yang meninggal dunia.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah).

“Jika orang yang berutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.” (HR. Bukhari).

“Jika seorang muslim memiliki utang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi utang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi utang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah dan An -Nasai).

"Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berutang (yang ingin melunasi utangnya) sampai dia melunasi utang tersebut selama utang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah). Wallahu a'lam. (Abu Faiz, dari berbagai sumber).*

Read More »
12:08 PM | 0 comments

Rasulullah Saw Perintahkan Puasa 10 Muharram

Bulan Muharram termasuk “bulan haram” atau bulan yang dimuliakan Allah SWT (QS. At Taubah: 36).

"Setahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati. Yang tiga berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan (satunya adalah) Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari).

“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Dari segi namanya, bulan ini dinamakan Muharram karena dia termasuk “bulan yang diharamkan” (dihormati).

Pada bulan ini, tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka pun memuliakannya dengan berpuasa.

Rasulullah Saw menetapkan puasa sunah tanggal 10 Muharram –dikenal dengan puasa Asyura’-- sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT.

“Dari Ibu Abbas ra, ketika datang ke Madinah, Nabi Saw mendapati orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah SWT.” Rasulullah Saw, bersabda: “Aku lebih berhak mengikuti Musa a.s. ketimbang mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa”. (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Puasa bulan Muharram bisa dilakukan tanggal 9 dan 10 Muharram. Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq, dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 secara keseluruhan karena Nabi Saw telah berpuasa pada hari ke-10 dan berniat puasa pada hari ke-9.”

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram.

Dari Abu Qatada r.a., Rasulullah Saw ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.” (HR. Muslim). Wallahu a’lam.*

Read More »
8:10 AM | 0 comments

Monday, November 19, 2012

Etika Berbicara Seorang Muslim

ThinkItSpeakItHendaknya setiap muslim menjaga lidahnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: "Ada kalanya seseorang berbicara dengan suatu kata di mana orang disekelilingnya tertawa dengan ucapannya, namun dengan kata tersebut dia terpelanting ke tempat yang lebih jauh dari bintang tsuroyya". (HR. Ahmad).

  1. Berbicaralah dengan hal yang baik atau diam.  "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berbicaralah dengan baik atau diam". (HR. Bukhari).

  2. Berkata baik merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu sedekah. "Setiap persendian tubuh manusia (membutuhkan) sedekah setiap hari tatkala terbit matahari, berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, menolong orang menunggangi hewan tunggangannya juga mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, dan berbicara dengan kalimat yang baik adalah sedekah". (HR. Bukhari dan Muslim).

  3. Orang yang berkata baik akan dijauhkan dari api neraka, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Adi' bin Hatim r.a. bahwa Nabi Saw bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, lalu bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, kemudian bersabda:  "Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan sebelah kurma barang siapa yang tidak mendapatkannya maka dengan ucapan yang baik".(HR. Bukhari dan Muslim).

  4. Mendorong diri sedikit berbicara, sebab banyaknya berbicara akan menyebabkan seseorang terjerumus  kedalam perbuatan dosa. "Dan sesungguhnya orang yang paling aku dibenci dari kalian dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara". (HR. Tirmidzi).

  5. Menjauhi perbuatan ghibah (bergunjing). "Janganlah sebagian  kalian menggunjing terhadap sebagian yang lain" (QS. Al-Hujurat:12).

  6. Menjauhi dusta/bohong.  "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan jadilah kalian bersama-sama orang yang benar.” (QS.At-Taubah:119).

  7. Meninggalkan berdebat walaupun dia benar. "Aku adalah pemimpin pada sebuah tempat di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar" (HR.Abu Daud).

  8. Tidak menceritakan tentang pribadi untuk membanggakan diri.  "Maka Janganlah kamu mengatakan dirimu suci" (QS. An-Najm:32).

  9. Tidak kasar dalam memanggil orang. "Katakanlah kepada hamba-hambaku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar), sesungguhnya syaitan menimbulkan perselisihan diantara mereka, sesungguhnya syaitan merupakan musuh yang nyata bagi manusia" (QS. Al Isra:53). Wallahu a’lam.  (Majid bin Su'ud al-Usyan, islamhouse.com).*


 

Read More »
12:31 AM | 0 comments

Tuesday, November 13, 2012

Allah SWT Selalu Mengawasi Kita

Suatu hari seorang Habsy datang kepada Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya telah melakukan banyak dosa. Mungkinkah tobat saya bisa diterima?" Nabi menjawab, "Ya."

Kemudian sang Habsy berkata, "Wahai Rasulullah, setiap saya melakukan dosa, adakah Tuhan benar-benar melihatnya?" "Ya," jawab beliau. Sang Habsy pun melontarkan pekikan dan kemudian jatuh tak sadarkan diri.

Sebelum seseorang benar-benar yakin akan kenyataan bahwa ia selalu berada di dalam pengamatan Allah, tidak mungkin ia bertindak di jalan yang benar.

Seorang Syaikh suatu kali mempunyai seorang murid yang ia sayangi lebih dari yang lain, sehingga membangkitkan rasa iri mereka. Suatu hari sang Syaikh memberi masing-masing muridnya seekor unggas dan memerintahkan mereka untuk pergi dan membunuhnya di suatu tempat yang tak ada yang bisa melihat.

Sesuai dengan itu, setiap muridnya membunuh unggasnya di tempat yang tersembunyi dan membawanya kembali, kecuali murid Syaikh yang paling disayanginya itu. Ia membawa kembali unggas itu dalam keadaan hidup seraya berkata, "Saya tak bisa menemukan tempat seperti itu, karena Allah selalu melihatku di mana-mana."

Sang Syaikh pun berkata kepada muridnya yang lain, "Sekarang kamu tahu tingkatan anak muda ini. Ia telah mencapai tingkat selalu mengingat Allah." (Sumber: Kimia Kebahagiaan/The Alchemy of Happiness karangan Imam Al-Ghazali).*

Read More »
9:01 PM | 0 comments

Thursday, November 1, 2012

Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah SWT

AllahAda tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari itu (Hari Kiamat), tidak ada naungan, kecuali nanungan Allah. Golongan tersebut adalah:

  1. Pemimpin yang adil

  2. Pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah

  3. Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid-masjid

  4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, mereka bertemu dan berpisah karena Allah

  5. Seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang berkedudukan dan berwajah elok (untuk melakukan kejahatan) tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah!

  6. Seorang yang memberi sedekah, tetapi dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.

  7. Seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga menetes air matanya. (Hadits Riwayat Bukhori).*


Read More »
12:57 PM | 0 comments

Wednesday, October 24, 2012

Larangan Wanita Berpakaian Seperti Pria

[caption id="attachment_30332" align="alignleft" width="300"]busana muslimah Busana muslimah (wanita) yang diperkenankan.*[/caption]

Islam melarang kaum wanita (perempuan) berpakaian seperti pria (laki-laki) dan pria berpakaian seperti wanita. Allah SWT dan Rasul-Nya bahkan melaknat (mengutuk) orang yang melakukan hal itu.

Rasulullah Saw bersabda:


"لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ المَرْأَةِ وَ المَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ"


"Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki". (HR. Adu Duad dan An-Nasa'i).


لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهَاتِ بِالرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهِينَ بِالنِّسَاءِ مِنْ الرِّجَالِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ


"Rasulullah melaknat wanita-wanita yang menyerupai lelaki dan lelaki yang menyerupai wanita" (HR Tirmidzi). Abu Isa berkata, hadits ini hasan shahih.

 لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ


"Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR Tirmidzi).  Abu Isa berkata, hadits ini hasan shahih, & dalam bab ini, ada juga hadits dari 'Aisyah.

Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar Al-Haitami memasukkan ini dalam dosa-dosa besar. Dengan ini, jelas bahwa wanita tidak boleh memakai pakaian yang khusus bagi laki-laki, seperti jaket, celana panjang, sorban, peci, topi, dsb. (Jilbab Mar’atil Muslimah, hlm. 150).

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 33:59). Wallahu a'lam.  (Abu Faiz/ddhongkong.org)

Read More »
12:54 AM | 0 comments

Thursday, October 18, 2012

Bacalah Al-Quran! Ia Akan Mendatangi Kita di Akhirat

"Bacalah al-Qur'an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur'an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa'at bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)" (HR. Muslim).

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah Saw telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an. Setelah itu Rasulullah Saw memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an. Rasul bersabda: "Pelajarilah Al-Qur'an. Di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya. Saat itu orang sangat memerlukannya."

Ia (Al-Quran) akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membacanya akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Qur'an:  "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui orang yang pernah membaca menghadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Walahu a'lam.

Read More »
12:25 PM | 0 comments

Saturday, October 13, 2012

Berhiburlah! Karena Hati Pun Bisa Bosan

Islam adalah agama realis, tidak tenggelam dalam dunia khayal dan lamunan. Tetapi Islam berjalan bersama manusia di atas dunia realita dan alam kenyataan.

Islam tidak memperlakukan manusia sebagai Malaikat yang bersayap dua, tiga dan empat. Tetapi Islam memperlakukan manusia sebagai manusia yang suka makan dan berjalan di pasar-pasar.

Justru itu Islam tidak mengharuskan manusia supaya dalam seluruh percakapannya itu berupa zikir, diamnya itu berarti berfikir, seluruh pendengarannya hanya kepada al-Quran dan seluruh senggangnya harus di masjid.

Islam mengakui fitrah dan instink manusia sebagai makhluk yang dicipta Allah, di mana Allah membuat mereka sebagai makhluk yang suka bergembira, bersenang-senang, ketawa, dan bermain-main, sebagaimana mereka dicipta suka makan dan minum.

Rasulullah Saw dan para sahabat juga biasa bergurau, tertawa, bermain-main, dan berkata yang ganjil-ganjil, karena mereka mengetahui akan kebutuhan jiwanya dan ingin memenuhi panggilan fitrah serta hendak memberikan hak hati untuk beristirahat dan bergembira, agar dapat melangsungkan perjalanannya dalam menyusuri aktivitasnya. Sebab aktivitas hidupnya itu masih panjang.

Ali bin Abu Talib pernah berkata: "Sesungguhnya hati itu bisa bosan seperti badan. Oleh karena itu, carilah segi-segi kebijaksanaan demi kepentingan hati."

Katanya pula: "Istirahatkanlah hatimu sekedarnya, sebab hati itu apabila tidak suka, bisa buta."

Abu Darda' berkata: "Sungguh hatiku akan kuisi dengan sesuatu yang kosong, supaya lebih dapat membantu untuk menegakkan yang hak."

Oleh karena itu, tidak salah kalau seorang Muslim bergurau dan bermain-main yang kiranya dapat melapangkan hati. Tidak juga salah kalau seorang Muslim menghibur dirinya dan rekan-rekannya dengan suatu hiburan yang mubah, dengan syarat kiranya hiburannya itu tidak menjadi kebiasaan dan perangai dalam seluruh waktunya, yaitu setiap pagi dan petang selalu dipenuhi dengan hiburan, sehingga dapat melupakan kewajiban dan melemahkan aktivitasnya.

Maka tepatlah pepatah yang mengatakan: "Campurlah pembicaraan itu dengan sedikit bermain-main (humor), seperti makanan yang dicampur dengan sedikit garam."

Dalam bermain-main itu, seorang muslim tidak diperkenankan menjadikan harga diri dan identitas seseorang sebagai sasaran permainannya.

"Hai orang-orang yang beriman! Jangan ada satu kaum merendahkan kaum lain sebab barangkali mereka (yang direndahkan itu) lebih baik dari mereka (yang merendahkan)." (al-Hujurat: 11)

Tidak juga diperkenankan dalam berguraunya itu untuk ditertawakan orang lain, dengan menjadikan kedustaan sebagai wasilah. Sebab Rasulullah telah memperingatkan dengan sabdanya sebagai berikut: "Celakalah orang yang beromong suatu omongan supaya ditertawakan orang lain, kemudian dia berdusta. Celakalah dia! Celakalah dia!" (Riwayat Tarmizi).

Sumber: Halal dan Haram dalam Islam oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993.

Read More »
12:11 PM | 0 comments

Wednesday, October 10, 2012

Cukuplah Allah sebagai Pelindung Kita

hasbunSAAT kita dihimpit masalah, dirundung duka, dibebani kesulitan hidup, juga merasa berada dalam ancaman, maka ucapkanlah doa atau dzikir “Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr (cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami).

Doa tersebut berisi pernyataan ketergantungan kita kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya, dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya. Doa tersebut tercantum dalam Al-Quran dan Hadits.

 “(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173).

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]“. (QS. 8:40).

"Nabi Saw datang pada hari Perang Uhud, lalu ada yang berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka!' Lalu beliau Saw mengucapkan 'Hasbunallah wani'mal wakil, kemudian Allah menurunkann ayat: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (HR. Bukhari). Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
4:32 AM | 0 comments

Tuesday, October 9, 2012

Doa Akhir Majelis: Doa Bersama Mengakhiri Pengajian

Sebuah pertemuan, seperti pengajian atau diskusi keislaman, sebaiknya diakhiri dengan hamdalah bersama-sama dan bacaan doa akhir majelis. Ini dicontohkan Rasulullah Saw. Doa akhir majelis antara lain berfungsi sebagai "kafarat" (penebus dosa) jika selama pertemuan terjadi perbuatan dosa atau kesalahan.

Doa akhir majelis itu berbunyi:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik (Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu).

Doa tersebut berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad.
عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR. Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda:من جلس في مجلس فكثر فيه لغطه فقال قبل أن يقوم من مجلسه ذلك: سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك إلا غفر له ما كان في مجلسه ذلك

"Barangsiapa yang duduk dalam majelis, lalu di dalamnya banyak kegaduhan, maka hendaknya dia berkata sebelum bangun dari majelisnya itu: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut. (HR.  Tirmidzi).

Dari ‘Aisyah ra.
ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقوم من مجلس إلا قال سبحانك اللهم ربي وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك فقلت له يا رسول الله ما أكثر ما تقول هؤلاء الكلمات إذا قمت قال لا يقولهن من أحد حين يقوم من مجلسه إلا غفر له ما كان منه في ذلك المجلس

"Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dari majelis melainkan dia mengucapkan: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Lalu ‘Aisyah berkata: “wahai Rasulullah, betapa banyak engkau ucapkan kalimat itu jika engkau bangundari majelis.” Beliau bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan kalimat itu ketika dia bangun dari majelis, melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut.” (HR. Hakim).*


Read More »
7:49 AM | 0 comments

Friday, October 5, 2012

Trik Jitu Abu Nawas Minta Jodoh

abu-nawasAda saja cara Abu Nawas berdoa agar dirinya mendapatkan jodoh dan menikah. Karena kecerdasan dan semangat dalam dirinya, akhirnya Abu Nawas mendapatkan istri yang cantik dan shalihah.

Sehebat apa pun kecerdasan Abu Nawas, ia tetaplah manusia biasa. Kala masih bujangan, seperti pemuda lainnya, ia juga ingin segera mendapatkan jodoh lalu menikah dan memiliki sebuah keluarga.

Pada suatu ketika ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu sungguh cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita salihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT.

"Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk saya, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang menurutmu ia tidak baik buatku, tolong Ya Allah, sekali lagi tolong pertimbangkan lagi ya Allah..."

Abu Nawas berdoa dengan menyebut nama gadis itu dan terkesan memaksa kehendak Allah.

Abu Nawas melakukan doa itu setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Berjalan lebih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya tak dikabulkan Allah. Ia pun introspeksi diri.

"Mungkin Allah tak mengabulkan doaku karena aku kurang pasrah atas pilihan jodohku," katanya dalam hati.

Kemudian Abu Nawas pun bermunajat lagi. Tapi kali ini ganti strategi, doa itu tidak diembel-embeli spesifik pakai nama si gadis, apalagi berani "maksa" kepada Allah seperti doa sebelumnya:

"Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku..."

Berbulan-bulan ia terus memohon kepada Allah, namun Allah tak juga mendekatkan Abu Nawas dengan gadis pujaannya. Bahkan Allah juga tidak mempertemukan Abu Nawas dengan wanita yang mau diperistri. Lama-lama ia mulai khawatir juga. Takut menjadi bujangan tua yang lapuk dimakan usia. Ia pun memutar otak lagi bagaimana caranya berdoa dan bisa cepat terkabul.

Abu Nawas memang cerdas. Tak kehabisan akal, ia pun merasa perlu sedikit "diplomatis" dengan Allah. Ia pun mengubah doanya:

"Ya Allah, kini aku tidak minta lagi untuk diriku. Aku hanya minta wanita sebagai menantu Ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai Ya Allah. Sekali lagi bukan untukku Ya Tuhan. Maka, berikanlah ia menantu."

Barangkali karena keikhlasan dan "keluguan" Abu Nawas tersebut, Allah pun menjawab doanya.

Akhirnya Allah menakdirkan wanita cantik dan salihah itu menjadi istri Abu Nawas. Abu Nawas bersyukur sekali bisa mempersunting gadis pujaannya. Keluarganya pun berjalan mawaddah warahmah. (Humor Sufi/Detik.com).*

Read More »
9:44 AM | 0 comments

Tuesday, September 11, 2012

Berikan Nasihat, Jangan Tunggu Kesempurnaan!

nasihat“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian.

Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya.

Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya, kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat. Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya.

Namun, dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan.

Maka, terus-meneruslah berada pada majelis-majelis dzikir (majelis ilmu), semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian.

Bisa jadi, ada satu kata yang terdengar dan kata itu merendahkan diri kita, namun sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Imam Hasan Al-Basri).*

Read More »
11:30 AM | 0 comments

Friday, August 31, 2012

Empat Kesedihan Peningkat Derajat

sedihSa’id bin Musayyab r.a. bercerita, ketika menjabat Khalifah, Ali bin Abi Thalib r.a. suatu pagi bertemu dengan Salman Al-Faritsi r.a.

"Wahai ayahnya Abdullah, bagaimana kabarmu pagi ini?" tanya Ali.
"Wahai Amirul Mu'minin, memasuki pagi ini aku berada di antara empat
kesedihan," jawab Salman.

"Apa saja kesedihanmu itu?" tanya Ali.
"Pertama, aku sedih memikirkan keluarga yang menuntut roti kepadaku.
Kedua, sedih memikirkan perintah Allah kepadaku yang belum kulaksanakan. Ketiga, sedih memikirkan bujuk rayu syaitan yang licin terhadapku. Keempat, sedih memikirkan tuntutan malaikat terhadap ruhku," jawab Salman.

Ali pun berusaha menentramkan hati sahabatnya itu. "Wahai ayah Abdullah, bergembiralah keempat kesedihanmu itu justru meningkatkan derajatmu!".

Lalu Ali bercerita, suatu hari ia berjumpa dengan Rasulullah Saw. "Wahai Ali, bagaimana kabarmu pagi ini?" tanya Rasul. "Ya Rasulullah, aku berada di antara empat kesedihan.

Pertama, dirumahku tidak Ada apa-apa kecuali air sehingga aku sedih memikirkan anak-anakku.

Kedua, aku sedih memikirkan kelemahanku dalam taat kepada Allah.

Ketiga, aku sedih memikirkan akibat-akibat perbuatanku.

Keempat, aku sedih memikirkan tindakan malaikat pencabut ruh terhadapku," jawab Ali.

Mendengar jawaban demikian, Rasulullah Saw bersabda:
“Hai Ali, bergembiralah! Sesungguhnya sedih memikirkan keluarga merupakan tabir dari api neraka. Sedih memikirkan ketaatan kepada Allah adalah keselamatan dari siksa. Sedangkan sedih memikirkan akibat perbuatan itu merupakan jihad, sedangkan berjihad lebih utama dari pada ibadah 60 tahun. Sedih memikirkan tindakan malaikat pencabut nyawa adalah pelebur semua dosa". (HR. Muttafaq 'Alaih).*

Read More »
3:01 PM | 0 comments

Friday, August 17, 2012

Rasulullah dan Seorang Anak Yatim: Lebaran Ala Rasul

idul-fitriKISAH ini terjadi di Madinah, pada suatu pagi Hari Raya Idul Fitri. Rasulullah Saw, seperti biasa tiap hari lebaran, mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan kaum Muslim agar merasa bahagia pada hari raya itu.

Semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari ke sana ke mari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun, tiba-tiba Rasulullah Saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah pun bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.

Rasul kemudian meletakkan tangannya dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut: “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”

Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita:

“Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Setelah Rasulullah mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata:

“Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah Saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya.

Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah , namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah kata pun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya.

Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah Saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah yang lembut itu.

Sesampainya di rumah Rasulullah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir oleh beliau. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.

Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya.

Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya: “Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”

Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab:
“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.“

--- Judul Asli “Wie der Prophet ein waises Maedchen zum Fest gluecklich machte”, diterjemahkan dari buku “Ich erlerne meine Religion: Die fuenf Saeulen des Islam“, Asim dan Muerside Uysal, terjemahan dalam bahasa Jerman oleh Marianne Zaric, Istanbul.

Read More »
5:30 PM | 0 comments

Wednesday, August 8, 2012

Abu Nawas Bertemu Lailatul Qodar

lailatul_qadrKONON, penyair Abu Nawas semula adalah penyair cabul, amoral, dan pemabuk. Abu Nawas yang bernama asli Abu Hani Muhammad bin Hakam ini sempat difatwa ”fasik” bahkan ”ateis” oleh ulama pada zamannya karena syair-syairnya yang amoral.

Sastrawan dan penyair humoris ini diyakini hidup masa pemerintahan Khilafah Abbasiyah (786-890 M), era pemerintahan Sultan Harun Al-Rasyid Al-Abassi, dan meninggal di Bagdhad tahun 810 M. Ia dilahirkan di kota Al-Ahwaz, Persia, dan dibesarkan di Kota Basrah, Irak.

Kehidupan Abu Nawas berubah total menjadi Islami, menurut suatu riwayat, setelah suatu malam pada bulan Ramadhan yang diyakini sebagai Malam Qodar (Lailatul Qadr), dalam keadaan “teler” ia didatangi seseorang tak dikenal. Orang itu berkata: “Ya Abu Hani! Idza lam takun milhan tuslih, fala takun zubabatan tufsid” (Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, janganlah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu).

Kata-kata itu sangat berkesan pada diri Abu Nawas. Ia menyadari kesalahannya selama ini, merasa dirinya bukan garam, tapi lalat. Ia pun bertobat dan meninggalkan perilaku tidak Islaminya. Ia menjadi seorang ahli ibadah, rendah hati, rajin i’tikaf di masjid, dan jarang berbicara. Itulah berkah pertemuan dengan Lailatul Qadr --malam yang lebih baik dari seribu bulan, nilai ibadah malam itu sama dengan seribu bulan, hanya ada pada salah satu malam di sepuluh terakhir Ramahan. Wallahu a’lam. (mel/ddhongkong.org).*

Read More »
9:30 PM | 0 comments

Tuesday, July 10, 2012

Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sedekah

sedekahSedekah tidak mengurangi harta. Sedekah bahkan menambah keberkahan harta, makin bertambah manfaat dan jumlahnya. Sedekah juga menolak bala, mencegah api neraka, menyembuhkan penyakit, menambah umur, dan mencegah kematian yang buruk. Sedekah pun tidak hanya dalam bentuk harta.

  • "Takutlah engkau kepada neraka, sekalipun dengan jalan bersedekah dengan potongan kurma, maka barangsiapa tidak dapat menemukan itu maka hendaklah besedekah dengan mengucapkan perkataan yang baik.”HR. Muttafaq ‘alaih)

  • “Jagalah dirimu dari api neraka, walau dengan bersedekkah separuh buah kurma.” (HR. Muttafaqu 'Alaih).

  • "Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi munkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.”(HR. Tirmizi dan Abu Dzar).

  • "Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin  besar).” (HR. Muslim).

  • "Barangsiapa mengumpulkan harta yang haram, kemudian ia keluarkan sebagai sedekah, maka ia tidak akan mendapatkan pahala. Dan ia tetap mendapatkan dosa.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim).

  • "Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu”(HR. Bukhari).

  • "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Imam Tirmidzi).

  • "Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim.)

  • "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Tabbrani).

  • "Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan menafkahkan sebuah kurma.”(HR. Bukhari dan Muslim).

  • "Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do’a dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud).

  • "Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. At-Tirmidzi)

  • "Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta rendah hati.”(HR. Abu Hurairah)

  • "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Tabbrani).

  • "Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi dengan do’a dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud).

  • "Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat berbangga diri darinya.”(HR. Thabrani).

  • "Barangsiapa sedekah sebiji kurma dari rezeki yang halal dan Allah hanya akan menerima dari yang baik, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya sebagaimana seorang dari kalian mengembangbiakkan anak kudanya, sampai satu suapan menjadi seperti gunung Uhud.” (HR. Bukhari).

  • "Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi sedekah.”(HR. Ibnu Majah).

  • "Setiap muslim harus bersedekah.” Salah seorang sahabat lalu bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah SAW bersabda, “Bekerjalah dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teraniaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan sedekah.” (HR. Muslim).

  • "Barangsiapa yang menginfaqkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT maka Allah akan melipatgandakan dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfaq untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan durii, maka mendapatkan kebbaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur (dosa-dosanya).”(HR. Ahmad).

  • “Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun. Jika ia tidak mendapatkannya, maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya, ia menemuinya dengan wajah ramah,, dan jika engkau membeli daging, atau memasak dengan periuk/kuali, maka perbanyaklah kuah dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya.”(HR.Tirmidzi).*


Read More »
12:37 AM | 0 comments

Friday, July 6, 2012

Berterima Kasih atas Kebaikan Orang Lain

jazakallahMembalas kebaikan orang lain kepada kita diperintahkan oleh Islam. Rasulullah Saw memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain dengan sabdanya:

“Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya, maka ia telah berterimakasih kepadanya, namun jika menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkarinya” (HR. Bukhari).

Rasul juga menegaskan, orang yang tidak berterima kasih kepada manusia maka hakikatnya tidak berterima kasih atau bersyukur kepada Allah SWT.

Laa yasykurullaaha manlaa yasykurunnaas. “Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud).

Ucapan terima kasih terbaik dalam Islam adalah mengucapkan terima kasih plus doa agar Allah membalas kebaikannya. Dalam bahasa Arab, ungkapan terima kasih dan doa ini berbunyi “Syukron wa Jazakallahu khairon” (terima kasih dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelaku kebaikan itu, “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”, maka ia telah tinggi dalam memujinya.” (HR. Tirmidzi).

Jika kita berbuat baik kepada seseorang, lalu orang itu mengucapkan “Syukran wa Jazaakallah", maka jawabannya adalah "afwan wa iyyaka" (arti harfiyah: maaf dan kepadamu) yang bermakna "maaf saya hanya bisa berbuat kebaikan seperti itu dan semoga Allah pun memberi kebaikan kepada Anda). Wallahu a’lam. (Abu Faiz).*

Read More »
1:43 AM | 0 comments

Tuesday, June 26, 2012

Doa Penangkal Sedih dan Utang

doa utangDoa adalah senjata kaum mukmin dan andalan utama ketika kita dalam kondisi tidak berdaya. Sedih dan utang merupakan bagian dari masalah kehidupan sehari-hari. Semua orang tidak menghendakinya. Namun, jika hal itu menimpa, selain ikhtiar (usaha) agar menjauh dari keduanya, Rasulullah Saw mengajarkan sebuah doa.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a., diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah Saw memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid. Pemuda itu bernama Abu Umamah. Rasulullah Saw bertanya kepadanya : "Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat?"

Abu Umamah menjawab, "Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit utang, wahai Rasulullah." Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, "Ketauhilah, aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan utang-utangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore."
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ


 "Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali"

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia." Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: "Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku." (HR Abu Dawud). Wallahu a'lam.*

Read More »
4:44 AM | 0 comments

Friday, June 22, 2012

Mari, Menulis! Dakwah Bil Qolam

menulisMari, menulis! Tulislah kebenaran dan kebaikan yang kita dengar di pengajian atau pelatihan, lalu sebarkan di status media sosial atau di blog! Dengan begitu, kita pun telah berdakwah (bil qolam/dengan tulisan).

Rasulullah Saw bersabda: "Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir…” (HR. Muttafaqun 'alaih). Maka, materi sebuah pengajian/pelatihan pun akan dinikmati oleh mereka yang tidak bisa hadir.

Rasul juga bersabda: “Qoyyidul 'ilma bilkitabi” ( قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ ), Ikatlah ilmu dengan tulisan! (HR. Thabrani dan Hakim). "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya," kata Ali bin Abi Thalib. "Tulisan adalah tamannya para ulama!”

Dengan begitu, ilmu kita akan "abadi" karena masih bisa diakses kapan saja dan di mana saja, bahkan oleh siapa saja jika tulisan itu kita sebar di media massa atau di media sosial. Wallahu a'lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
1:19 PM | 0 comments

Friday, June 8, 2012

Sambutlah Hari Anda...!

JIKA hari baru datang, katakan kepadanya, "Selamat datang tamu yang mulia." Lalu sambutlah ia dengan baik, yakni dengan melaksanakan kewajiban, memperbaharui semangat tobat, dan membersihkan diri dari dosa dan keresahan. Sebab hari tidak akan pernah datang lagi.

Jika Anda harus mengingat masa lalu, maka ingatlah masa lalumu yang mudah agar Anda gembira. Jika Anda mengingat hari ini, maka ingatlah apa yang telah Anda hasilkan, pasti Anda akan merasa bahagia. Jika  Anda mengingat hari esok, maka ingatlah mimpi-mimpi Anda yang indah  agar Anda optimistis.

Kehidupan adalah kekayaan pengalaman, sebuah perguruan tinggi  yang mengajarkan banyak pengetahuan, dan gudang yang menyimpan banyak sekali formula-formula. Setiap hari Anda mempelajari pelajaran tentang seni hidup. Kehidupan ini adalah berkah bagi kaum yang mau berpikir.

Dari perasaan takut itu ada sesuatu yang mengingatkan Anda akan rasa aman yang pernah Anda rasakan, yang kemudian menggerakan Anda untuk berdoa, yang mengetuk hati Anda untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama, dan yang memberi peringatan keras akan bahaya yang lebih besar.

Dari sakit yang menimpa itu ada sesuatu yang akan mengingatkan Anda tentang makna sehat, yang akan mencabut pohon kesombongan dalam din Anda, dan yang akan menurunkan tingkat ujub dalam diri Anda agar hati terjaga dan tidak tidur seperti tidumya orang-orang yang lalai.

Hidup ini sangat pendek, maka jangan Anda perpendek dengan banyak bersedih. Mencari teman itu susah, maka jangan membuatnya menyesal dengan menghinanya. Sedangkan musuh itu banyak sekali, dan jangan menambah jumlah mereka dengan akhlak yang buruk. (Sumber: Dr. ’Aidh al-Qarni, La Tahzan).*

Read More »
12:15 AM | 0 comments