Pa ustd, di daerah rumah sya ada pelatihan shalat khusyu. Shalat yg kuhsyu it sprti apa? setiap sya slt wlaupn sndrian tp sya tdk pernh mrsa khsyu, aplg klo di tmpt krj. Saya jg prnh mendngr crmh, ulama skalipun tdk pernh ad slt yg bnar2 khsyu, klo sya mngkuti plathn slt khsyu, apkh berpengruh pak ustd? Mhn bntuan’y. wass. 081214428XXX
JAWAB: Mengikuti pelatihan shalat khusyu’ tentu akan berpengaruh, minimal kita dibukakan jalan untuk shalat secara khusyu. Syarat utama shalat khusyu: memahami bacaan dan makna gerakan shalat.
Khusyu’ artinya ‘merendahkan diri’ di hadapan Allah, sungguh-sungguh, tunduk dan patuh dengan sepenuh hati. Bisa juga konsentrasi dan fokus. Syarat untuk khusyu’ sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 45-46, yakni yakin akan menemui Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.
Makna khusyuk dalam shalat a.l. “khusyuk hati” dan “tidak berpaling ke kanan atau ke kiri” (Ali bin Abi Thalib); “tenang dan merendah diri segala anggota” (Imam al-Qurthubi); “hati berkeadaan takut dan mata selalu tunduk (ke tempat sujud)” (Imam Zamakhsyari); ”merendah diri kepada Allah dengan hati dan segala anggotanya” (Imam al-Jurjani);
Sahabat Rasul Saw kalau shalat “menundukkan penglihatan mereka ke tempat-tempat sujud mereka dan mereka menyedari sesungguhnya Allah sedang berhadap kepada mereka, maka tidaklah mereka berpaling ke kanan dan ke kiri”.
Menurut Imam al-Ghazali, untuk menghadirkan khusyuk di dalam shalat, ada enam perkara yang perlu kita lakukan antara lain Hudhur al-Qalbi, menghadirkan hati; At-Tafahhum, memahami bacaan dan makna gerakan shalat; dan At-Ta’dziem, merasai kebesaran Allah, juga merasa malu dan penuh harap. Wallahu a’lam.*
Friday, August 27, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment