JAWAB: Wa’alaikum salam wr. Wb. Ada, jelas sekali, tanpa ada penafsiran lain dan tanpa ada perselisihan di kalangan ulama, yaitu QS. Al-Ahazab ayat 40: “Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi (khotaman nabiyyin)”.
Ayat tersebut diperkuat sejumlah hadits shahih yang menegaskan Muhammad Saw adalah nabi dan rasul terakhir, tidak ada nabi setelahnya, di antaranya:
“Rantai kerasulan dan kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (HR. Tirmizi, Ahmad, dari Anas bin Malik).
“Perumpamaan saya dan para nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Lalu orang-orang mengelilinginya dan mereka ta’jub lalu berkata: ‘Kenapa kamu tidak taruh batu ini?’ Nabi menjawab: ‘Sayalah batu itu dan saya penutup nabi-nabi” (HR. Muslim).
“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi dan saya penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahku” (HR. Abu Daud).
“Bani Israil dipimpim oleh nabi-nabi. Jika seorang nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR. Bukhari).
“Tidak ada nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apa pun”. (HR. Baihaqi dan Tabrani). Wallahu a’lam.*
Post a Comment