Assalamualaikum P Ustaz, Boleh Enggak Puasa Sunat Berturut-Turut Seperti Puasa Romadhon. 02293435XXX
JAWAB: Wa’alaikum salam. Silakan, tidak ada larangan, asalkan kuat dan bukan pada hari-hari yang dilarang puasa. Namun, Rasulullah Saw menyatakan, itu berat dan kita tidak akan kuat. Yang terbaik adalah puasa ala Nabi Daud, sehari puasa sehari tidak.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak (dinamakan) berpuasa, orang yang puasa selama-lamanya (ucapan Nabi tersebut diulang) dua kali". (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Qatadah, ada seseorang yang bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimanakah dengan orang yang puasa terus-menerus?”. Beliau SAW bersabda, “Tidak ada puasa terus-menerus dan tidak ada berbuka terus-menerus, atau tidak boleh berpuasa terus-menerus dan tidak boleh berbuka terus-menerus”. (HR. Tirmidzi).
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash RA, Rasulullah SAW diberitahu bahwasanya aku mengatakan, “Sungguh aku akan shalat malam terus-menerus dan aku akan puasa di siang harinya selama aku hidup”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kamu orang yang mengatakan demikian itu?”. Lalu aku jawab, “Sungguh aku telah mengatakannya, ya Rasulullah”.
Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kamu tidak akan kuat yang demikian itu, maka berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan shalat malamlah, dan berpuasalah tiga hari setiap bulan. Karena kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Maka yang demikian itu seperti berpuasa sepanjang masa”.
‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Lalu aku berkata, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu”. Beliau SAW bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah dua hari”. ‘Abdullah bin ‘Amr berkata: Lalu aku berkata lagi, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu, ya Rasulullah”. Beliau SAW bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari, yang demikian itu puasanya Nabi Dawud AS, dan itulah puasa yang lebih adil”. ‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Lalu aku berkata lagi, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu”. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang lebih dari itu”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utama puasa adalah puasa saudaraku Dawud. Adalah beliau sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa, dan ia tidak lari bila bertemu musuh”. (HR. Tirmidzi). Wallahu a’lam.*
Tuesday, March 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment