SUDAH banyak orang membicarakan dampak buruk Facebook dan Twitter, di samping manfaatnya sebagai medium perkenalan, pertemanan, sharing informasi, dan silaturahmi.
Dampak buruk itu misalnya mempercepat kepikunan dan stroke karena mematikan fungsi otak kiri –FB diyakini menyebabkan kedangkalan berpikir.
Kebiasaan membaca buku atau koran pun kini digantikan dengan membaca status-status FB dan Tweet. Mending kalau statusnya informatif dan inspiratif. Tapi kalo statusnya “asal update” , jelas membaca status demikian hanyalah kesia-siaan.
Muslim yang baik meninggalkan kesia-siaan. Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.”(HR Tirmidzi).
Imam Ibnu Rajab mengatakan dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam,”'Sesungguhnya barangsiapa yang baik Islamnya pasti ia meninggalkan ucapan dan perbuatan yang tidak penting/bermanfaat baginya. Ukuran penting atau bergunanya itu tentu ditimbang dari syari'at, bukan menurut rasio atau akal, atau hawa nafsu.”
Umar bin Abdul Aziz berkata, “Barangsiapa yang membandingkan antara ucapan dan perbuatannya, maka ia tidak akan berbicara kecuali hanya dalam hal yang penting saja.”
Imam Ibnu Qoyyim berkata, menjaga lisan dimaksudkan agar seseorang jangan sampai mengatakan hal yang sia-sia. Bila hendak berkata, maka hendaknya dipikirkan apakah ada manfaat bagi dien/agamanya. Apakah akan terdapat manfaat dari apa yang diucapkannya itu? Jika bermanfaat, maka katakan lagi, adakah kata-kata yang lain yang lebih bermanfaat atau tidak? (Ad-Daa'u wad Dawaa'). Wallahu a’lam. (Sumber: Perpustakaan-Islam).
Monday, May 23, 2011
Muslim yang Baik Hindari Hal 'Gak Penting'
Labels:
Facebook,
Gak Penting,
Kebaikan Islam,
Mutiara Hikmah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment