Tapi jika kita buta hati, pasti menderita dunia-akhirat. Buta hati adalah tidak mampu melihat kebenaran (al-haq) dan tidak mampu menerima nasihat kebaikan, utamanya karena gemar mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan.
Karena buta hati, akan menjadi tidak nampak jalan menuju ke akhirat, negeri yang kekal abadi, dan tidak akan ada kawan kawan yang datang membantu. "Tidak ada yang simpati menolong kita dalam kegelapan."
"Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta,dan lebih sesat lagi jalannya." (QS. Al-Isra:72).
Agar hati kita tidak buta, maka hindarilah penyakit-penyakit hati, seperti takabur, pelit, dendam, dan iri-dengki kepada sesama.
Tobat, dzikir, gemar berbuat kebaikan (amal saleh), bergaul dengan orang-orang saleh, rajin menghadiri majelis ilmu adalah penangkal penyakit dan buta hati.
Hati ini adalah taman yang harus senantiasa dibersihkan dan ditata. Hatilah sumber kebaikan, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan.
"Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku." (Hadis Qudsi). Wallahu a'lam. (Mel/ddhongkong.org).*
Post a Comment