Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Hasad. Show all posts
Showing posts with label Hasad. Show all posts

Thursday, September 8, 2011

Buang Jauh Sikap Iri!

Hasad (iri/dengki) termasuk penyakit hati. Hasad adalah sikap tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat atau kesenangan. Istilahnya, iri itu sedih melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain sedih. Hasad juga berarti menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain supaya berpindah kepadanya.

Asal sekadar tidak suka atau benci orang lain mendapatkan nikmat, itu sudah dinamakan hasad. “Hasad adalah sekadar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.” (Ibnu Taimiyah).

Menurut Imam Al-Ghazali, hasad ialah membenci nikmat Allah SWT yang ada pada diri orang lain, serta menyukai hilangnya nikmat tersebut.

Hasad adalah sifat iblis. Ia merupakan dosa yang pertama dilakukan iblis yang enggan menghormati Nabi Adam.

Orang hasad tidak akan pernah tenang, selalu resah melihat orang lain yang lebih darinya.

Hasad merusak amal saleh, melenyapkan kebaikan, sekaligus memunculkan keburukan seperti merusak persahabatan dan ukhuwah.

Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar“. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Janganlah kamu sekalian saling iri, saling membenci, saling memata-matai, saling membukakan ‘aib, saling tipu, dan saling menjatuhkan, tapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara“. (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Ada hasad yang dibolehkna, disebut ghibtah, yaitu iri dengan amal kebaikan yang dilakukan orang lain sehingga mendorongnya melakukan kebaikan yang sama, misalnya dalam hal membaca Al-Quran dan gemar bersedekah.

“Tidak boleh hasad kecuali dalam dua hal, yaitu (hasad kepada) orang-orang yang diberi kemampuan (membaca) al-Quran oleh Allah, lalu dia menegakkan (melaksanakan membaca) al-Quran baik diwaktu siang ataupun malam dan (hasad kepada) orang-orang yang diberi harta oleh Allah lalu dia infakkan baik diwaktu malam ataupun diwaktu siang“. (HR Muslim).

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a., ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu, ia menunaikan dan mengajarkannya.” Wallahu a’lam.*

Read More »
4:32 AM | 0 comments

Monday, January 3, 2011

Lelaki Tua di Kapal Nabi Nuh

Kaum Nabi Nuh a.s. termasuk komunitas manusia yang diadzab Allah SWT sehingga musnah. Adzab berupa banjir besar yang menenggelamkan mereka itu, diturunkan-Nya karena mereka mengingkari agama Allah yang dibawakan Nabi Nuh. Nabi Nuh sendiri bersama pengikutnya, juga sejumlah pasangan makhluk melata, selamat dari adzab tersebut. Karena, sebelumnya Nuh diperintahkan Allah membuat sebuah kapal (perahu) untuk menyelamatkan diri.

Ketika Nabi Nuh berada di atas kapal, satu per satu diperhatikannya para penumpang. Tiba-tiba matanya memandang seorang lelaki tua yang tak dikenalnya.

"Siapa Anda?" tanya Nuh.
"Aku Iblis," jawab lelaki tua itu.

"Mengapa kau mau ikut kami?"
"Aku bukan mau ikut kapalmu dan ingin selamat bersamamu. Aku hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah tubuh mereka bersamamu asal hati mereka bersamaku."

"Keluarlah dari kapalku, hai musuh Allah!"
"Wahai Nuh, aku menyimpan lima kiat yang dengannya aku bisa mencelakakan umat manusia. Aku akan sebutkan kepadamu tiga, tapi akan menyembunyikan darimu dua lainnya."

"Aku tidak berminat mendengar tiga kiat yang kau sebutkan itu, tapi sebutkan dua kiat yang kau sembunyikan dariku," pinta Nabi Nuh.

Kata Iblis: "Wahai Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara. Pertama, dengan cara menanamkan sifat dengki dalam hati mereka, dan kedua dengan cara menanamkan sifat serakah dalam jiwa mereka. Karena dengki maka aku dilaknat Allah dan dijadikan sebagai setan terkutuk. Dan karena serakah maka Adam menghalalkan segala makanan di surga sehingga ia dikeluarkan. Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari surga."

Sumber: Dialog-Dialog Sufi 1 (1993:37)

Read More »
1:27 AM | 0 comments

Sunday, October 3, 2010

Lelaki Tua di Kapal Nabi Nuh

KAUM Nabi Nuh a.s. termasuk komunitas manusia yang diadzab Allah SWT sehingga musnah. Adzab berupa banjir besar yang menenggelamkan mereka itu diturunkan-Nya karena mereka mengingkari agama Allah yang dibawakan Nabi Nuh. Nabi

Nuh sendiri bersama pengikutnya, juga sejumlah pasangan makhluk melata, selamat dari adzab tersebut. Karena, sebelumnya Nuh diperintahkan Allah membuat sebuah kapal (perahu) untuk menyelamatkan diri. Ketika Nabi Nuh berada di atas kapal, satu per satu diperhatikannya para penumpang. Tiba-tiba matanya memandang seorang lelaki tua yang tak dikenalnya.

"Siapa Anda?" tanya Nuh.

"Aku Iblis," jawab lelaki tua itu.

"Mengapa kau mau ikut kami?"

"Aku bukan mau ikut kapalmu dan ingin selamat bersamamu. Aku hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah tubuh mereka bersamamu asal hati mereka bersamaku."

"Keluarlah dari kapalku, hai musuh Allah!"

"Wahai Nuh, aku menyimpan lima kiat yang dengannya aku bisa mencelakakan umat manusia. Aku akan sebutkan kepadamu tiga, tapi akan menyembunyikan darimu dua lainnya."

"Aku tidak berminat mendengar tiga kiat yang kau sebutkan itu, tapi sebutkan dua kiat yang kau sembunyikan dariku."

"Wahai Nuh, aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara. Pertama, dengan cara menanamkan sifat dengki dalam hati mereka, dan kedua dengan cara menanamkan sifat serakah dalam jiwa mereka. Karena dengki maka aku dilaknat Allah dan dijadikan sebagai setan terkutuk. Dan karena serakah maka Adam menghalalkan segala makanan di surga sehingga ia dikeluarkan. Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari surga."*

Read More »
5:03 AM | 1 comments