Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Syukur. Show all posts
Showing posts with label Syukur. Show all posts

Wednesday, January 25, 2012

Bersyukurlah, Meski Hanya dengan Ucapan Hamdalah

ISHAK bin Abdullah bin Abi Thalhah menceritakan, pada suatu hari datanglah seorang laki-laki ke hadapan Rasulullah Saw.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Rasul kepada orang itu.

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah untukmu, wahai Nabi!" jawab orang itu. Mendengar jawaban tersebut, Rasul lalu mendoakannya.

Pada hari selanjutnya, orang tersebut kembali datang menemui Rasul. Seperti pada pertemuan pertama, Rasul pun menanyakan keadaannya. "Bagaimana keadaanmu?"

"Baik," jawab orang tersebut pendek. Rasul hanya diam mendengar jawaban itu. Maka, dengan nada heran orang itu bertanya. "Ya Rasulullah, kemarin engkau menanyakan keadaanku, lalu engkau mendoakanku. Hari ini engkau bertanya kepadaku, tetapi tidak mendoakanku. Mengapa demikian?"

Rasulullah Saw menjawab, "Ketika aku bertanya kepadamu, engkau bersyukur kepada Allah. Sedangkan hari ini aku bertanya, tetapi engkau diam saja, tidak bersyukur kepada-Nya (tidak mengucapkan hamdalah, hanya menjawab “baik’)".

Hikmah: selalu syukuri nikmat kesehatan, minimal dengan mengucapkan hamdalah. Jika ditanya apa kabar, jawablah: ”baik, alhamdulillah”. Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
4:50 AM | 0 comments

Saturday, October 1, 2011

Delapan Perhiasan Yang Wajib Dipelihara

Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata, ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara yang lain, yaitu:

  1. Memelihara diri dari meminta-minta merupakan perhiasan bagi kefakiran.

  2. Bersyukur kepada Allah SWT merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikan-Nya.

  3. Sabar adalah perhiasan bagi musibah.

  4. Tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab (keturunan).

  5. Santun adalah perhiasan bagi ilmu.

  6. Rendah hati adalah perhiasan bagi seorang pelajar.

  7. Tidak menyebut-nyebut pemberian merupakan perhiasan bagi kebaikan.

  8. Khusyu' adalah perhiasan bagi shalat.


Rasulullah s.a.w. bersabda: "Kasihanilah pemuka suatu kaum yang telah menjadi hina. Kasihanilah orang kaya yang jatuh miskin. Kasihanilah orang 'alim yang tersia-sia di antara orang-orang yang tidak berpengetahuan."

"Barangsiapa keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan membukakan pintu surga baginya; para malaikat akan memberi keteduhan dengan membentangkan sayapnya baginya; dan para malaikat yang ada di langit dan ikon-ikon yang ada di lautan memohon ampunan dan rahmat untuknya." (HR. Abu Ya'la). (Alfalah.or.id/Sumber: Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani).*

Read More »
7:26 AM | 0 comments

Friday, August 5, 2011

Hakikat Hamdalah: Bukan Sekadar Ungkapan Syukur

Hamdalah --kalimat atau ucapan al-hamdu lillah yang berarti "Pujian itu hanya untuk Allah"-- merupakan ungkapan rasa syukur atau rasa terima kasih seorang Muslim atas  atas karunia dan nikmat Allah SWT. Mengucapkan hamdalah merupakan manifestasi rasa syukur secara lisan, disertai ketulusan hati dan kesadaran bahwa semua nikmat yang diterima hakikatnya dari Allah SWT.

Kalimat lengkap hamdalah adalah Alhamdu lillahi robbil ‘alamin (QS. Al-Fatihah:2), artinya “Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.”

Makna Alhamdu adalah pujian kepada Allah karena sifat-sifat kesempurnaan-Nya, juga karena perbuatan-perbuatan-Nya yang tidak pernah lepas dari sifat memberikan karunia atau menegakkan keadilan.

Perbuatan Allah senantiasa mengandung hikmah yang sempurna. Pujian yang diberikan oleh seorang hamba akan makin bertambah sempurna bila diiringi dengan rasa cinta dan ketundukkan kepada-Nya.

Allah SWT dipuji atas keindahan nam-nama-Nya dan kebaikan perbuatan-Nya (QS. 14:39, 27:15, 93).

Menurut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dalam Tafsir Al-Fatihah, alhamdu ialah “pujian secara lisan atas besarnya kebaikan yang dikehendaki-Nya”. Alhamdu itu lebih umum dari syukur karena mencakup kebaikan dan perbuatan baik-Nya. Allah terpuji atas nama-nama-Nya yang baik, Asmaul husnam, serta yang Allah ciptakan di awal dan di akhir.

Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak” (Al-Israa:111). “Segala puji bagi Allah Yang menciptakan langit dan bumi” (Al-An’am:1).

Alif lam pada ucapan Al-Hamdu memberi makna penggabungan, yaitu segenap pujian kepada Allah semata dan tidak untuk selain-Nya. Maka setiap ucapan yang tidak dimaksudkan untuk makhluk, seperti penciptaan manusia, penciptaan pendengaran dan mata, langit dan bumi, rezeki, dan lainnya maka sudah jelas.

Pujian kepada makhluk hakikatnya pujian untuk Allah jua, selama disertai kesadaran semua makhluk adalah ciptaan-Nya. Itulah sebabnya diakhir dengan Rabbul ‘alamin, artinya adalah raja yang Maha Mengatur, raja segala sesuatu, dan Dia pula yang mengurus mereka.

“Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"” (QS. Yunus:31). Wallahu a’lam bish-shawab. (Mel).*

Read More »
1:40 PM | 0 comments

Wednesday, February 2, 2011

Syukuri Nikmat, Sekecil Apa Pun…

Syukurilah nikmat sekecil apa pun yang Allah SWT berikan kepada kita, maka Dia pun akan menambah kenikmatan itu dengan lebih baik.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim:7).

Dari segi bahasa, syukur berasal dari kata “syakaro”(شكر) yang berati pujian da ucapan terima kasih. Syakaro juga artinya “membuka”, kebalikan dari “Kafaro” (kufur) yang artinya “menutup”. Dengan demikian, bersyukur bukan saja berterima kasih, tapi juga “membuka pintu untuk datangnya kembali nikmat Allah”. Sebaliknya, jika kita tidak bersyukur (kufur), artinya menutup datang kembalinya nikmat itu.

Syukur dilakukan secara lisan (mengucapkan hamdalah), hati (menyadari nikmat itu dari Allah SWT), dan perbuatan (mempergunakan nikmat sesuai dengan perintah-Nya).

Jangan lupa, syukuri nikmat yang kecil untuk mengundang datangnya nikmat yang lebih besar. Nabi Saw. Bersabda:

“Barangsiapa yang tidak tahu berterima kasih (bersyukur) atas (nikmat) yang sedikit, maka ia tidak akan tahu berterima kasih atas yang banyak. Dan barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah...” (HR. Abdullah bin Ahmad). Wallahu a’lam.*

Read More »
4:49 AM | 0 comments