Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Tahajud. Show all posts
Showing posts with label Tahajud. Show all posts

Saturday, September 10, 2011

Hukum Shalat Tahajud Berjamaah

Assalamualaikum,... pa ustadz, mau nanya... kalau sholat malem (tahajjud) itu apa boleh dkerjakan berjama'ah layaknya solat wajib, trus sbelum/sesudah'a tahajud apa ada sholat sunah lagi yg hrs dkerjakan? Bacaan surat'a apa bebas, dtunggu jwbn'a segera. Maaf 1 lagi. kalau sudah selesai tahajjud. memperbanyak bacaan apa? Wassalam

JAWAB: Wa’alaikum salam wr. Wb. Rasulullah Saw tidak memerintahkan atau menganjurkan shalat tahajud secara berjamaah, tetapi sendiri (munfarid). Shalat sunah yang disyari’atkan dan dicontohkan Rasul Saw adalah shalat tahajud bulan Ramadhan, yakni Shalat Tarawih, itu pun (tarawih berjamaah di masjid) hanya dilakukan beliau pada hari pertama dan kedua, selanjutnya beliau kerjakan sendiri di rumah.

"Dari Aisyah Ra. sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam pernah melaksankan sholat kemudian orang-orang sholat dengan sholatnya tersebut, kemudian beliau sholat pada malam selanjutnya dan orang-orang yang mengikutinya tambah banyak kemudian mereka berkumpul pada malam ke tiga atau keempat dan Rasulullah SAW tidak keluar untuk sholat bersama mereka. Dan di pagi harinya Rasulullah SAW berkata, “Aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar (sholat) bersama kalian kecuali bahwasanya akau khawatir bahwa shalat tersebut akan difardukan.” Rawi hadits berkata, “Hal tersebut terjadi di bulan Ramadhan.” (HR Bukhori dan Muslim).

Selain shalat sunat Tarawih, yang disyari;atkan berjamaah adalah shalat sunat Istisqa (mohon hujan), shalat Id, salat gerhana, salat istisqa, dan salat witir pada bulan Ramadhan.

Jika shalat tahajud berjamaah itu lebih baik, tentu Rasulullah Saw dan para sahabat akan lebih dahulu mengacarakannya dan mendawamkannya.

Jadi, pada dasarnya, salat sunah berjamaah pada selain yang disebutkan di atas, harus dikerjakan secara sendiri-sendiri.

Namun, juga tidak ada larangan jika dilakukan secara berjamaah –dengan catatan: Rasulullah Saw juga tidak menganjurkannya. Sebagian ulama membolehkan tahajud berjamaah, berdasarkan hadits Ibnu Abbas. Ia tidur pada suatu malam di rumah Rasulullah, lalu Rasulullah bangun untuk mengerjakan shalat malam, maka Ibnu Abbas pun bangun dan berdiri di sisi kiri Rasulullah, lantas Rasulullah menarik kepalanya dari belakangnya, lalu menjadikannya berdiri di sisi kanan Rasulullah. (HR. Bukhari).

Hanya saja, patut digarisbawahi, dalam kasus di atas, Ibnu Abbas bermakmum setelah Nabi Saw mulai shalat. Sekiranya Nabi akan mencontohkan tahajud berjamaah, tentu beliau mengajak sejak awal kepada Ibnu Abbas untuk shalat tahajud secara berjamaah.

Hal itu diperkuat dengan hadits: Rasulullah Saw pernah menganjurkan salat tahajud kepada Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Bahkan secara sengaja beliau datang ke rumahnya. Tetapi hal itu tidak disertai ajakan berjamaah (HR. Bukhari).

Jadi, Rasulullah Saw tidak pernah sengaja tahajud berjamaah, apalagi sampai mengajak atau menganjurkan. Bahkan Rasul menganjurkan shalat sunah itu di rumah (sendirian). “Shalatlah di rumah-rumah kalian karena sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang itu di rumahnya selain Salat Wajib” (HR. Al-Bukhari  dan Muslim).

Surat yang dibaca Rasulullah Saw dalam shalat tahajud adalah raka’at pertama setelah Al-Fatihah membaca QS. Al-Baqarah:284-286. Pada raka’at kedua setelah membaca Al-Fatihah adalah QS. Ali Imron 18-19 dan 26-27. Namun, jika belum hafal ayat-ayat tersebut, tentu saja boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Doa yang dibaca setelah shalat tahajud adalah doa keselamatan dan mohon ampunan. Rasul misalnya membaca “Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar” (Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka) dan “Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih” (Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan aku pun bertaubat kepada-Nya). Wallahu a’lam.*

Read More »
1:55 PM | 0 comments

Wednesday, August 24, 2011

Lagi, Soal Tahajud Setelah Tarawih

Maaf mau tanya p ustad, kata pa ustad boleh melakukaan shalat tahajud setelah melakukan tarawih & witir. Apa tidak bertentngan dangan hadist dari Siti Aisyah yg menyatak an Nabi Saw tidak melakukan shalat malam lebih dari 11 rokaat, baik pada bulan Romadon maupun lainya. htrnhn.wasslm. 081322366XXX. Yth. Pa ustad ! Apa boleh setelah sholat taraweh terus sebelum subuh sholat tahajud. Trims. Wasalam. 085861967XXX

JAWAB: Wa'alaikum salam. Tidak. Jumlah rakaat  dalam shalat malam bulan Ramadhan/shalat tarawih boleh 8, 20, bahkan 36, 38, dan 40 rakaat plus shalat witir 3 rakaat, bergantung pada kesanggupan dan tidak usah dipertentangkan.

Dalil paling masyhur (populer) adalah Rasulullah Saw shalat tarawih 8 rakaat plus 3 rakaat shalat witir (shalat penutup), sebagaimana hadist riwayat A’isyah (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat.

Khusus rakaat shalat tarawih, ada juga yang mengatakan 36 rakaat plus 3 witir, ini diriwayatkan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ada juga yang meriwayatkan 41 rakaat. Bahkan ada yang meriwayatkan 40 rakaat plus 7 rakaat witir. Riwayat dari imam Malik beliau melaksanakan 36 rakaat plus 3 rakaat witir. Kebanyakan masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat atau 11 rakaat, termasuk witir. Wallahu a’lam.*

Read More »
2:58 AM | 1 comments

Tuesday, August 16, 2011

Boleh Shalat Tahajud Setelah Tarawih?

Yth. Pa ustad ! Apa boleh setelah sholat taraweh terus sebelum subuh sholat tahajud. Trims. Wasalam. Trimakasih.  085861967XXX

JAWAB: Boleh, silakan. Tidak ada larangan. Taraweh dan tahajud hakikatnya sama, yakni sama-sama shalat malam. Wallahu a’lam.*

Shalat Tahajud Setelah Taraweh (2)

Mana yang benar ? pa ust. 1. Selesai taraweh boleh sholat tahajud.atau tidak boleh..? 2. kalau boleh bagaimana caranya ? kalau tidak boleh kenapa ? wass didin. 08122326XXX

 JAWAB: Yang benar, boleh, karena tidak ada larangan. Caranya, shalat sunah seperti biasa, minimal dau rakaat. Tarawih dan tahajud itu sama-sama shalat malam. Bisa dikatakan, tajahudnya bulan Ramadhan itu tarawih. Wallahu a’lam.

Read More »
7:29 AM | 0 comments