- Peristiwa yang menggembirakan yang benar yang terjadi setelah bermimpi, dan ini tidak memerlukan penafsiran.
- Mimpi yang batil atau permainan syaitan, yaitu mimpi yang tidak dapat diperincikan oleh orang yang bermimpi. Artinya, orang yang bermimpi itu tidak sanggup mengingat tertib atau jalan cerita mimpi itu. Mimpi seperti ini dianggap batil dan tidak mempunyai sebarang makna atau takwil.
- Keinginan nafsu. Nafsu ada tiga, yaitu nafsu mutmainnah, nafsu lawwamah, dan nafsu ammarah. Mimpi seperti ini terjadi kerana pengaruh pikiran seseorang. Sesuatu yang dia lakukan atau dia hayalkan siang hari atau menjelang tidurnya selalu menjelma ketika tidurnya.
Menurut "Tafsir Mimpi" Imam Ibnu Sirin, pada prinsipnya, mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gambira, dan peringatan.
Mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi.
"Mimpi insan yang bertakwa merupakan informasi yang akan berlaku. Sedangkan mimpi insan yang tidak beriman merupakan berita yang disebarkan oleh syaitan," kata Ibnu Sirin.
Mari, ucapkan doa "bismika Allahumma ahya wa bismika amut" sebelum tidur. Semoga tidur kita berkah, bernilai ibadah, dan mendapatkan mimpi yang baik (nice dream). Amin... Wallahu a'lam.*
Post a Comment