Bekerja bisa bernilai ibadah, bahkan pahalanya bisa melebihi ibadah-ibadah sunnah jika didasari niat baik serta dilakukan sesuai syari’at. Dengan bekerja secara benar, niscaya kita mendapatkan keuntungan ganda, materi dunia dan pahala di akhirat.
Menurut Habib Abdullah bin Husein bin Thahir Al-‘Alawi, ketika kita hendak memasuki dunia kerja, persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. "Mencari rezeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah di dalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rejeki halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain, juga untuk menghindarkan diri kalian dari sikap ingin memiliki hak-hak orang lain," tegasnya.
Akan tetapi, di tengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akhirat. Luangkan waktu untuk mempelajari ilmu syari’at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan salat lima waktu dengan berjama’ah, jagalah keistiqamaan kalian dalam membaca wirid-wirid.
"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi."
"Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihat. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.” (Majlis Ta’lim Wad Da’wah Lil Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Al Aydrus).*
Tuesday, March 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment