Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sunday, May 29, 2011

Nasihat Itu Menghidupkan Hati

Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran merupakan budaya kaum mukmin. Setelah beriman, beramal saleh, kaum mukmin diperintahkan saling memberi nasihat, saling berwasiat, sehingga mereka pun menjadi orang-orang yang beruntung.

”Demi masa. Sesungguhya, manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-menasihati dalam kesabaran.” (QS Al-'Ashr: 1-3).

Nasihat adalah mengajak kebajikan dan melarang kemungkaran (‘amar ma’ruf nahyi munkar).

”Dan, hendaklah ada dari antara kamu segolongan umat yang berseru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran:104).

Nasihat itu menghidupkan hati, membangunkan kesadaran, mencegah kekhilafan.

“Berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu, bermanfaat bagi orang-orang mu’min" (QS. Adz-Dzariyat:55).

Karenanya, Rasullah Saw memerintahkan budaya saling menasihati ini.

“Bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaknya (yang diminta) memberi nasihat.” (HR Bukhari).

Salah satu tiang tegaknya agama adalah nasihat. Tanpa saling menasihati antara umat Islam, maka agama tidak akan tegak.



“Agama adalah nasihat bagi Allah, bagi Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan untuk para orang awamnya.” (HR. Bukhari). Wallahu a’lam.*

 
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))