Nabi Saw bila menulis surat memulai dengan basmalah, misalnya surat ajakan masuk Islam kepada Heraklius, kaisar Romawi: “Bismillahir rahmaanir rahiim min Muhammadin ‘Abdillah wa Rasuulihi ila Hiraqla ‘Azhiimir Ruum…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan basmalah adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang mengandung berkah, sehingga bila disebutkan pada permulaan kitab atau di awal risalah, maka hal itu akan membuahkan berkah. Selain itu, di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah Ta’ala (Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat Syaikh Shalih Al-Fauzan).
Setiap Muslim diharuskan membiasakan atau mentradisikan mengucapkan basmalah sebelum memulai pekerjaan sebagai pernyataan "mohon idzin dan perkenan Allah SWT" sekaligus mohon pertolongan-Nya agar pekerjaan kita lancar dan sukses.
Ucapan basmalah juga merupakan manifestasi dzikir kepada Allah SWT sekaligus memantapkan niat ikhlas karena Allah SWT.
Ketika menafsirkan basmalah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata:
“Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum.”
“Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” (Shifatush Shalah).
Ar-Rahman artinya pemilik kasih sayang yang maha luas. Ar-Rahim yakni yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Wallahu a’lam.*
Post a Comment