Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Basmalah. Show all posts
Showing posts with label Basmalah. Show all posts

Sunday, February 12, 2012

Mulai Sesuatu? Ucapkan Basmalah!

Nabi Muhammad Saw mengajarkan agar kita membaca basmalah (ucapan: bismillahir rahmanir rahim) terlebih dulu sebelum memulai suatu pekerjaan yang baik.

"Tiap-tiap perbuatan yang baik yang tidak dimulai dengan bacaan bismillah, maka terputus (keberkahannya)." (HR Abdul Qadir ar-Rahawi dari Abu Hurairah).

Meski hadits tersebut dinilai lemah (dhoif), namun isinya tidak bertentangan dengan dalil mana pun.  Setiap Muslim dianjurkan membiasakan atau mentradisikan mengucapkan basmalah sebelum memulai pekerjaan yang baik. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan "mohon idzin dan perkenan Allah SWT", sekaligus mohon pertolongan-Nya agar pekerjaan kita lancar dan sukses.

Hadits di atas bahkan "mengancam", jika suatu pekerjaan baik tidak diawali dengan bacaan basmalah, maka akan terputus keberkahannya atau tidak akan ada berkahnya.

Ucapan basmalah merupakan manifestasi dzikir kepada Allah SWT. Ucapan itu juga untuk memantapkan niat ikhlas karena Allah SWT atas perbuatan baik kita. Ucapan itu pun berarti salah satu ungkapan verbal pengakuan, tanpa idzin dan pertolongan Allah SWT, pekerjaan itu takkan terlaksana.

Basmalah juga berarti mohon perlindungan kepada Allah Swt. Dikisahkan, ketika Khalid bin Walid ditimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikit pun tidak memberikan bahaya kepadanya. Wallahu a'lam.*

Read More »
10:50 PM | 0 comments

Wednesday, August 3, 2011

The Power of Basmalah

Nabi Muhammad Saw mengajarkan agar kita membaca basmalah (ucapan: bismillahir rahmanir rahim = dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) terlebih dulu sebelum memulai suatu pekerjaan yang baik agar mendapatkan keberkahan dan bantuan Allah SWT. Bacaan basmalah sisebut juga “tasmiyah”.

Nabi Saw bila menulis surat memulai dengan basmalah, misalnya surat ajakan masuk Islam kepada Heraklius, kaisar Romawi: “Bismillahir rahmaanir rahiim min Muhammadin ‘Abdillah wa Rasuulihi ila Hiraqla ‘Azhiimir Ruum…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan basmalah adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang mengandung berkah, sehingga bila disebutkan pada permulaan kitab atau di awal risalah, maka hal itu akan membuahkan berkah. Selain itu, di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah Ta’ala (Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat Syaikh Shalih Al-Fauzan).

Setiap Muslim diharuskan membiasakan atau mentradisikan mengucapkan basmalah sebelum memulai pekerjaan sebagai pernyataan "mohon idzin dan perkenan Allah SWT" sekaligus mohon pertolongan-Nya agar pekerjaan kita lancar dan sukses.

Ucapan basmalah juga merupakan manifestasi dzikir kepada Allah SWT sekaligus memantapkan niat ikhlas karena Allah SWT.

Ketika menafsirkan basmalah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata:

“Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum.”

“Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” (Shifatush Shalah).

Ar-Rahman artinya pemilik kasih sayang yang maha luas. Ar-Rahim yakni yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Wallahu a’lam.*

Read More »
2:13 PM | 0 comments

Tuesday, March 15, 2011

Hukum Baca Basmalah Dikeraskan dalam Shalat

Apakah hukum membaca basmalah dalam shalat yang bacaannya dikeraskan –magrib, isya, subuh? Apa basmalah termasuk dalam surat Al-Fatihah?

JAWAB: Membaca basmalah dengan suara keras dalam shalat yang bersuara keras dilakukan sesekali, maka itu tidak mengapa, dan tidak semestinya dilakukan terus-menerus, karena yang diriwayatkan dari Sunnah Rasulullah Saw dan para khulafâ` ar-rasyidîn ialah mereka tidak membaca “Bismillahir-Rahmanir-Rahîm” dengan suara keras.

Nabi dan sahabat membaca Al-Fâtihah dengan suara keras dalam shalat yang jahar, begitu juga dengan surat setelah Al- Fâtihah. Namun, tentang “Bismillahir-Rahmanir-Rahîm”, tidak ada riwayat yang menjelaskan bahwa mereka membacanya dengan keras terus-menerus. Oleh karena itu, tidak sewajarnya kita membacanya dengan keras terus-menerus, namun jika dibaca dengan keras sesekali, maka itu tidak apa-apa.

Dari Anas r.a., Nabi Saw, Abu Bakar, dan Umar mengawali shalat dengan membaca “Alhamdulillaahi Rabbil ‘Alamiin” (Muttafaqun ‘Alaihi). Imam Muslim menambahkan: “Mereka tidak membaca “bismillaahir rahmaanir rahiim” di awal bacaan maupun di akhirnya. Sedangkan dalam riwayat Ahmad, Nasa’I, dan Ibnu Khuzaimah, Anas r.a. berkata: “Mereka tidak mengeraskan bacaan bismillaahir rahmaanir rahiim.” Di dalam riwayat lainnya, dalam Shahih Ibnu Khuzaimah, dengan kata-kata: “Mereka  membacanya dengan sirr (pelan)”.

Soal apakah basmalah termasuk Al-Fatihah, dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Ada yang berpendapat termasuk ayat dari Al-Fatihah dan dibaca dengan keras dalam shalat jahriyah (dibaca keras oleh imam). Ada pula yang berpandangan ia termasuk surat Al-Fatihah.

Ada pula di antara mereka yang berpendapat, ia bukan bagian dari Al-Fatihah, namun sebuah ayat tersendiri di dalam Kitabullah. Pendapat terakhir ini dipandang terkuat.  Itulah sebabnya tiap pergantian surat dalam Mushaf Al-Quran diawali dengan basmalah.

Soal kewajiban membaca basmalah, para ulama berbeda pendapat. Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bacaan itu disyari’atkan di dalam shalat.

Imam Malik berpendapat, bacaan itu tidak disyari’atkan untuk dibaca dalam shalat wajib, baik dengan pelan maupun keras.

Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad berselisih tentang hukum membacanya.  Imam Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat membacanya adalah sunnah, bukan wajib, karena basmalah bukan bagian dari Al-Fatihah –tapi ayat tersendiri dalam Al-Quran. Imam Syafi’i berpendapat, membacanya adalah wajib. (Taudhihul Ahkaam)

Imam Ibnu Katsir mengatakan : “…para ulama sepakat menyatakan sah orang yang mengeraskan bacaan basmalah maupun yang melirihkannya…” (Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim). Wallahu a’lam.*

Read More »
3:21 AM | 3 comments