Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Lisan. Show all posts
Showing posts with label Lisan. Show all posts

Monday, November 19, 2012

Etika Berbicara Seorang Muslim

ThinkItSpeakItHendaknya setiap muslim menjaga lidahnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: "Ada kalanya seseorang berbicara dengan suatu kata di mana orang disekelilingnya tertawa dengan ucapannya, namun dengan kata tersebut dia terpelanting ke tempat yang lebih jauh dari bintang tsuroyya". (HR. Ahmad).

  1. Berbicaralah dengan hal yang baik atau diam.  "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka berbicaralah dengan baik atau diam". (HR. Bukhari).

  2. Berkata baik merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu sedekah. "Setiap persendian tubuh manusia (membutuhkan) sedekah setiap hari tatkala terbit matahari, berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, menolong orang menunggangi hewan tunggangannya juga mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, dan berbicara dengan kalimat yang baik adalah sedekah". (HR. Bukhari dan Muslim).

  3. Orang yang berkata baik akan dijauhkan dari api neraka, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Adi' bin Hatim r.a. bahwa Nabi Saw bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, lalu bercerita tentang api neraka kemudian beliau memalingkan wajahnya sambil minta perlindungan darinya, kemudian bersabda:  "Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan sebelah kurma barang siapa yang tidak mendapatkannya maka dengan ucapan yang baik".(HR. Bukhari dan Muslim).

  4. Mendorong diri sedikit berbicara, sebab banyaknya berbicara akan menyebabkan seseorang terjerumus  kedalam perbuatan dosa. "Dan sesungguhnya orang yang paling aku dibenci dari kalian dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara". (HR. Tirmidzi).

  5. Menjauhi perbuatan ghibah (bergunjing). "Janganlah sebagian  kalian menggunjing terhadap sebagian yang lain" (QS. Al-Hujurat:12).

  6. Menjauhi dusta/bohong.  "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan jadilah kalian bersama-sama orang yang benar.” (QS.At-Taubah:119).

  7. Meninggalkan berdebat walaupun dia benar. "Aku adalah pemimpin pada sebuah tempat di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar" (HR.Abu Daud).

  8. Tidak menceritakan tentang pribadi untuk membanggakan diri.  "Maka Janganlah kamu mengatakan dirimu suci" (QS. An-Najm:32).

  9. Tidak kasar dalam memanggil orang. "Katakanlah kepada hamba-hambaku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik (benar), sesungguhnya syaitan menimbulkan perselisihan diantara mereka, sesungguhnya syaitan merupakan musuh yang nyata bagi manusia" (QS. Al Isra:53). Wallahu a’lam.  (Majid bin Su'ud al-Usyan, islamhouse.com).*


 

Read More »
12:31 AM | 0 comments

Wednesday, October 26, 2011

Jaga Lisan! Bicaralah yang Baik Saja…

Islam memberikan perhatian khusus tentang lisan. Allah SWT dan Rasul-Nya membimbing kita agar hanya mengeluarkan ucapan atau pembicaraan yang baik-baik saja dan bermanfaat.

Islam melarang umatnya berkata buruk, keji, bergunjing,  dan sebagainya. “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk” (HR. Bukhari dan Al Hakim).

Setidaknya, ada 17 hadits Nabi Saw yang memberi kita bimbingan agar menjaga ucapan atau lisan. Semoga kita dapat melaksanakannya. Amin!

1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)

2. Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)

3. Barangsiapa akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” ‘Tiada Tuhan selain Allah’ niscaya dia masuk surga.( HR. Abu Dawud)

4. Sesungguhnya di antara ungkapan kata dan keterangan adalah sihir. (HR. Bukhari)

5. Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad). Penjelasan: Bicara saat emosi (marah) dapat menyesatkan.

6. Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. (HR. Ibnu Hibban)

7. Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)

8. Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)

9. Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)

10. Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

11. Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung), sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR. Bukhari)

12. Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Nabi Saw, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang)”. (HR. Ahmad)

13. Taburkanlah pasir ke wajah orang-orang yang suka memuji dan menyanjung-nyanjung.(HR. Muslim)

14. Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)

15. Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)

16. Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji) terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupi oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka tabir yang telah disekat oleh Allah Azza wajalla. (Mutafaq’alaih)

17. Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Abu Ya’la)

Sumber:  Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih”, Penerbit: Gema Insani Press, 1991

Read More »
12:39 PM | 0 comments

Monday, March 21, 2011

Pantangan Lisan Seorang Muslim

Lisan (lidah) “hanyalah” segumpal daging tak bertulang. Namun, ia bisa lebih tajam dari pedang ketika sang lisan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.

Lisan juga jadi cermin kepribadian dan budi pekerti seseorang, seperti pepatah "Mulutmu Harimaumu" --perkataan yang telanjur kita keluarkan bila tidak dipikirkan dulu akan dapat merugikan diri sendiri. Dalam konteks Facebook pepatah itu menjadi "Jarimu Harimaumu".

Banyak perkataan (atau tulisan seperti status FB)  yang dapat membuat sang pemilik lidah tersebut celaka! “Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. An-Nuur: 24).

Di akhirat kelak kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan kita. Jadi, jangan sampai lidah kita mengucapkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti dusta –sekalipun dalam bergurau, bergunjing, hal yang tidak bermanfaat alias ‘gak penting, dan perkataan jorok.

“Seorang mukmin itu bukan pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya” (HR. Bukhari). Wallahu a’lam.*

Read More »
3:12 AM | 0 comments