Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Monday, March 21, 2011

Pantangan Lisan Seorang Muslim

Lisan (lidah) “hanyalah” segumpal daging tak bertulang. Namun, ia bisa lebih tajam dari pedang ketika sang lisan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.

Lisan juga jadi cermin kepribadian dan budi pekerti seseorang, seperti pepatah "Mulutmu Harimaumu" --perkataan yang telanjur kita keluarkan bila tidak dipikirkan dulu akan dapat merugikan diri sendiri. Dalam konteks Facebook pepatah itu menjadi "Jarimu Harimaumu".

Banyak perkataan (atau tulisan seperti status FB)  yang dapat membuat sang pemilik lidah tersebut celaka! “Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. An-Nuur: 24).

Di akhirat kelak kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan kita. Jadi, jangan sampai lidah kita mengucapkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti dusta –sekalipun dalam bergurau, bergunjing, hal yang tidak bermanfaat alias ‘gak penting, dan perkataan jorok.

“Seorang mukmin itu bukan pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya” (HR. Bukhari). Wallahu a’lam.*
Share this article now on :

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))