Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Friday, November 23, 2012

Bahaya Utang

hong-kong-dollarNabi Muhammad Saw selalu meminta perlindungan kepada Allah  dari banyak utang  dengan doanya:  Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang) (HR. Bukhari dan Muslim).

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi).  Yang dimaksud "urusannya masih menggantung"  adalah tidak bisa kita katakan ia selamat atau sengsara sampai dilihat utangnya tersebut lunas atau tidak. Hadits ini dorongan agar ahli waris segera melunasi utang yang meninggal dunia.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah).

“Jika orang yang berutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.” (HR. Bukhari).

“Jika seorang muslim memiliki utang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi utang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi utang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah dan An -Nasai).

"Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berutang (yang ingin melunasi utangnya) sampai dia melunasi utang tersebut selama utang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah). Wallahu a'lam. (Abu Faiz, dari berbagai sumber).*

Read More »
12:08 PM | 0 comments

Rasulullah Saw Perintahkan Puasa 10 Muharram

Bulan Muharram termasuk “bulan haram” atau bulan yang dimuliakan Allah SWT (QS. At Taubah: 36).

"Setahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati. Yang tiga berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan (satunya adalah) Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Tsaniah dan Sya'ban." (HR. Bukhari).

“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Dari segi namanya, bulan ini dinamakan Muharram karena dia termasuk “bulan yang diharamkan” (dihormati).

Pada bulan ini, tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka pun memuliakannya dengan berpuasa.

Rasulullah Saw menetapkan puasa sunah tanggal 10 Muharram –dikenal dengan puasa Asyura’-- sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT.

“Dari Ibu Abbas ra, ketika datang ke Madinah, Nabi Saw mendapati orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah SWT.” Rasulullah Saw, bersabda: “Aku lebih berhak mengikuti Musa a.s. ketimbang mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa”. (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Puasa bulan Muharram bisa dilakukan tanggal 9 dan 10 Muharram. Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq, dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 secara keseluruhan karena Nabi Saw telah berpuasa pada hari ke-10 dan berniat puasa pada hari ke-9.”

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram.

Dari Abu Qatada r.a., Rasulullah Saw ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau bersabda: “Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.” (HR. Muslim). Wallahu a’lam.*

Read More »
8:10 AM | 0 comments

Wednesday, November 21, 2012

Ibu Tiri dalam Pandangan Islam

Assalammu’alaikum. Saya dari dulu, ingin mengetahui, hadist tentang seorang ibu tiri yang dimusuhi oleh anak tirinya. Padahal, si ibu tiri tidak melakukan hal yang di larang dalam agama, hanya karena ibu tirinya itu orang miskin. Hukuman apa yang diberikan Allah SWT, bagi anak tiri yang seperti itu? Mohon Infonya. Terima kasih banyak. Wassalam.

JAWAB: Wa’alaikum salam wr wb. Secara hukum, kedudukan ibu tiri adalah sama dengan kedudukan ibu kandung dan mempunyai hak yang sama dengan ibu kandung yang harus dihormati. Status ibu tiri sama dengan kedudukan seorang istri. Hak dan kewajibannya sama dengan hak dan kewajiban seorang istri terhadap suaminya.

Kami belum atau tidak menemukan hadits khusus tentang ibu tiri  karena memang ibu tiri hakikatnya sama dengan ibu kandung karena ia adalah istri bapaknya anak tersebut.

Islam menegaskan anak harus berbuat baik kepada kedua orangtuanya.

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah!" - Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil." (QS. 17:23-24).

Hadits yang umum, Rasulullah Saw bersabda: “Bukan termasuk umatku orang yang tidak memuliakan orang tua, tidak menyayangi yang lebih muda” (HR Ahmad). Wallahu a’lam. (Tim Asatidz DDHK).*

Read More »
2:50 AM | 0 comments