Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Monday, March 22, 2010

Tak Ingin Punya Anak karena Belum Mapan?

Pak ustadz, saya mau tanya, dosakah sy bila membantah perkataan mertua dan suami saya? Mertua dan suami saya menyuruh saya menunda kehamilan, sdh 8 bln ini saya ikut kb. Sedangkan saya pengen sekali mempunyai anak, alasan suami saya kata nya blm mapan? Sy sering kali bertngkr dengannya karena mslh ini.wslm 085220029XXX

JAWAB: Membantah perkataan yang munkar tidak berdosa, bahkan wajib. Mertua dan suami Anda yang justru berdosa karena takut punya anak karena masalah ekonomi (takut miskin, merasa tidak mampu). Allah-lah yang mengatur rezeki mereka dan kita. “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena kemiskinan kamu). Kami akan memberi rezeki kepada kamu dan kepada mereka” [QS. Al-An’aam : 151].

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepada kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang sangat besar” [QS. Al-Israa: 31].

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat (2002M) menegaskan dalam sebuah hukunya: “Sebagian kaum muslimin zaman sekarang ketakutan bahkan sangat takutnya mempunyai anak karena kemiskinan… dengan alasan misal yang kita dengar “Ekonomi kami belum cukup!” “Gaji masih kecil!” “Rumah masih ngontrak!”… Sebagian mereka ada yang membatasi kelahiran, tidak mau lebih karena alasan yang sama… Alangkah serupanya sifat dua keyakinan mereka dengan sifat keyakinan orang-orang jahilliyyah, yaitu tidak mau mempunyai anak karena kemiskinan mereka atau takut jatuh miskin!”

“Tidak mau atau takut punya atau membatasi kelahiran dengan keyakinan seperti keyakinan jahilliyyah, yaitu karena kemiskinan dan takut semakin miskin dan fakir, atau takut jatuh miskin dan fakir, atau takut miskin karena banyak anak, atau atau susah dan merasa berat mengurus dengan dasar pendidikan dan lain-lain, maka hukumnya haram dengan kesepakatan para Ulama umat ini yang dahulu dan sekarang” (“Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti”, Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darul Qolam Jakarta). Wallahu a’lam.*
Share this article now on :

+ comments + 2 comments

August 24, 2010 at 3:08 AM

Pak Ustadz yth,

Mohon pencerahannya untuk masalah yang saya sedang hadapi dalam rumah tangga. Saat ini usia saya sudah 44 tahun, tahun lalu saya melahirkan seorang putra yang kini berusia 14 bulan. Dengan pertimbangan usia yang sudah memasuki masa kurang reproduktif, saya berniat menambah anak lagi. Masalahnya sekarang suami tidak mau saya hamil lagi dengan alasan yang tidak jelas karena selalu berubah dan kesannya seperti dicari-cari. Sebenarnya sejak pacaran, suami pernah memberikan sinyal tidak ingin punya anak. Alasannya banyak, saya males mengingatnya. Padahal dia punya satu putra dari perkawinan pertama. Tapi karena saya berkeras dan sampai mengancam ingin putus kalau tidak ada kesepakatan, akhirnya (dengan terpaksa) dia mengabulkan. Padahal waktu itu usia saya sudah 42 tahun.
Pertanyaan saya, apa solusinya kalau saya ingin sekali mempunyai anak yang terlahir dari rahim saya sendiri? Tolong Pak, saya sedang gundah dan sangat kecewa.
Terima kasih

Terimakasih Herlina atas Komentarnya di Tak Ingin Punya Anak karena Belum Mapan?
November 21, 2010 at 3:08 AM

Pa ustad, mohon pencerahannya...ini tentang masalah RT kami, saya (30 thn) dan suami (29 thn) telah menikah 4 tahun, tapi suami blm di beri pekerjaan yg mapan dr awal menikah..sering putus nyambung pekerjaannya dan sekarang kami sering terpisah kota krn pekerjaan dan kondisi, saya bekerja di Bekasi dan suami di bdg utk usaha sampingan di kota asal kami, krn jika usaha di bekasi tdk ada kenalan yg dpt bantu, maka kami pun sepakat utk berpisah kota. Kejenuhan yg sy rasakan sekarang...sy selalu mendukung dan mensuport suami saya..agar bs maju dan utk keutuhan RT kami tp sekarang sy lelah sy ingin segera punya anak..tapi krn suami susah dpt kerja suami jd stress dan tidak bs melayani kebutuhan biologis saya dan hubungan suami istri pun tergangggu, sebanarnya sy tidak takut miskin utk punya anak, tp suami tidak bs tiap sy minta dia tdk bs alasannya krn cape dan stress...sering hal ini terjadi, jika dirata2kan 1 bln kami hnya 1 x melakukan hubungan suami istri, dan sekarang saya sudah 3 bln tidak dinafkahi lahir dan 2 bln tidak ada nafkah batin...apa yg harus sy lakukan...sekarang sy sepertinya menikmati kehidupan sendiri sy mungkin krn sy telah jenuh...dan tiba2 datang cinta di masa lalu sy..dia adalah org yg memendam perasaannya kpd sy dr SD kelas 5 ( sudah 20 thn) sebenarnya sy pun suka pdnya waktu itu dan waktu reuni sy bertemu dia terasa deg2an, dan baru sy sadari bahwa dia cinta pertama sy begitu pun dia. Tidak ada yg terjadi diantara kami..kami hanya saling mengutarakan perasaan saja bahwa yg dulu terjadi itu seperti ini..tp sekarang sy tidak bs melupakan dia..dia blm menikah tp sdh bertunangan. Melihat kondisi RT saya keluarga merasa prihatin dan mendesak sy utk mencari yg lain, tp di sisi lain suami sy org yg baik, dia sedang berusaha dan hanya saya yg membuat dia bersemangat...dia anak tunggal dan yatim piatu, pearasaan sy terhadap suami sedikit berkurang krn adanya cinta lama sy yg datang kembali, tp sy pun tak tega utk meninggalkan suami sy...dan sekarang sy berusaha utk melupakan cinta lama saya dan berusaha fokus kembali thd RT sy, tp sulit juga utk melupakan cinta lama sy itu...tolonglah pa ustad apa yg harus sy lakukan.....

Terimakasih Reni atas Komentarnya di Tak Ingin Punya Anak karena Belum Mapan?

Post a Comment

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))