JAWAB: Mengikuti pelatihan shalat khusyu’ tentu akan berpengaruh, minimal kita dibukakan jalan untuk shalat secara khusyu. Syarat utama shalat khusyu: memahami bacaan dan makna gerakan shalat.
Khusyu’ artinya ‘merendahkan diri’ di hadapan Allah, sungguh-sungguh, tunduk dan patuh dengan sepenuh hati. Bisa juga konsentrasi dan fokus. Syarat untuk khusyu’ sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 45-46, yakni yakin akan menemui Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.
Makna khusyuk dalam shalat a.l. “khusyuk hati” dan “tidak berpaling ke kanan atau ke kiri” (Ali bin Abi Thalib); “tenang dan merendah diri segala anggota” (Imam al-Qurthubi); “hati berkeadaan takut dan mata selalu tunduk (ke tempat sujud)” (Imam Zamakhsyari); ”merendah diri kepada Allah dengan hati dan segala anggotanya” (Imam al-Jurjani);
Sahabat Rasul Saw kalau shalat “menundukkan penglihatan mereka ke tempat-tempat sujud mereka dan mereka menyedari sesungguhnya Allah sedang berhadap kepada mereka, maka tidaklah mereka berpaling ke kanan dan ke kiri”.
Menurut Imam al-Ghazali, untuk menghadirkan khusyuk di dalam shalat, ada enam perkara yang perlu kita lakukan antara lain Hudhur al-Qalbi, menghadirkan hati; At-Tafahhum, memahami bacaan dan makna gerakan shalat; dan At-Ta’dziem, merasai kebesaran Allah, juga merasa malu dan penuh harap. Wallahu a’lam.*
Post a Comment