Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Khusyu. Show all posts
Showing posts with label Khusyu. Show all posts

Friday, November 25, 2011

Sholat Khusyu’ dan Wudhu Lahir-Batin

SEORANG salafusshalih (orang salih zaman dulu), Isam Bin Yusuf, dikenal sangat wara’ (hati-hati) dan khusyu’ dalam sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu’ dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik dalam beribadah.

Suatu hari, Isam menghadiri majelis seorang ‘abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya Anda sholat?". Hatim berkata, "Jika masuk waktu sholat, aku berwudhu zhahir (lahir) dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu zhahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air". Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara: bertaubat, menyesali dosa yang telah dilakukan, tidak tergila-gilakan dunia, tidak mencari/mengharap pujian orang (riya'), tinggalkan sifat berbangga, tinggalkan sifat khianat dan menipu, dan meninggalkan sifat dengki."

Hatim menambahkan, "Lalu aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirathal Mustaqim' dan menganggap bahwa sholatku kali ini adalah sholat terakhir bagiku, lalu aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa dalam solat, kupahami maknanya, kemudian aku ruku’ dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Begitulah aku bersholat selama 30 tahun."

Mendengar penjelasan itu, Isam menangis karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.*

Read More »
10:48 AM | 0 comments

Wednesday, August 11, 2010

Sholat Khusyu’ Itu Seperti Apa?

Pa ustd, di daerah rumah sya ada pelatihan shalat khusyu. Shalat yg kuhsyu it sprti apa? setiap sya slt wlaupn sndrian tp sya tdk pernh mrsa khsyu, aplg klo di tmpt krj. Saya jg prnh mendngr crmh, ulama skalipun tdk pernh ad slt yg bnar2 khsyu, klo sya mngkuti plathn slt khsyu, apkh berpengruh pak ustd? Mhn bntuan'y. wass. 081214428869

JAWAB: Mengikuti pelatihan shalat khusyu’ tentu akan berpengaruh, minimal kita dibukakan jalan untuk shalat secara khusyu. Syarat utama shalat khusyu: memahami bacaan dan makna gerakan shalat.

Khusyu’ artinya ‘merendahkan diri’ di hadapan Allah, sungguh-sungguh, tunduk dan patuh dengan sepenuh hati. Bisa juga konsentrasi dan fokus. Syarat untuk khusyu’ sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Al-Baqarah: 45-46, yakni  yakin akan menemui Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

Makna khusyuk dalam shalat a.l. “khusyuk hati” dan “tidak berpaling ke kanan atau ke kiri” (Ali bin Abi Thalib); “tenang dan merendah diri segala anggota” (Imam al-Qurthubi); “hati berkeadaan takut dan mata selalu tunduk (ke tempat sujud)” (Imam Zamakhsyari); ”merendah diri kepada Allah dengan hati dan segala anggotanya” (Imam al-Jurjani);

Sahabat Rasul Saw kalau shalat “menundukkan penglihatan mereka ke tempat-tempat sujud mereka dan mereka menyedari sesungguhnya Allah sedang berhadap kepada mereka, maka tidaklah mereka berpaling ke kanan dan ke kiri”.

Menurut Imam al-Ghazali, untuk menghadirkan khusyuk di dalam shalat, ada enam perkara yang perlu kita lakukan antara lain Hudhur al-Qalbi, menghadirkan hati; At-Tafahhum, memahami bacaan dan makna gerakan shalat; dan At-Ta’dziem, merasai kebesaran Allah, juga merasa malu dan penuh harap. Wallahu a’lam.*

Read More »
4:18 AM | 0 comments