Menurut teori restorasi, tidur diperlukan antara lain untuk perbaikan sel otak, penyusunan ulang memori agar bisa menemukan solusi masalah, penghematan energi, perbaikan enzim dan otot-otot tubuh.
Islam memerintahkan, sebelum tidur kita berdoa: bismikallaahumma ahya wa bismika amuut... Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati. Maka, tidur pun jadi ibadah. Insya Allah.
Menurut Ibnu Rajab, jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti itulah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula bila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.
Maknanya, semuanya adalah bergantung kepada niat. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan, sehingga tidurnya biasa seharian dari pagi hingga siang begitu, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun, jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan ibadah dan aktivitas lainnya, tidur seperti itulah yang bernilai ibadah.
Kesimpulannya, “innamal a’malu bin niyaat”, setiap amalan tergantung dari niat. Mari, niatkan tidur kita untuk restorasi tubuh agar segar dan kuat beramal keesokan harinya. Jangan lupa berdoa.... Amin...! Wallahu a'lam.*
Tuesday, March 15, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post a Comment