Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Amal Saleh. Show all posts
Showing posts with label Amal Saleh. Show all posts

Friday, June 10, 2011

Rutin Beramal Meski Sedikit Disukai Allah SWT

Setiap orang menginginkan kehidupan yang baik. Islam mengajarkan kepada umatnya, kehidupan yang baik itu diperoleh dengan iman dan amal kebaikan (amal saleh atau amal ibadah). Allah SWT menjanjikan:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS. An-Nahl:97).

Amal ibadah/kebaikan harus dilakukan terus-menerus, rutin, sepanjang waktu. Tidak sesekali, misalnya hanya bulan Ramadhan. Seorang ulama mengatakan, sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya orang yang saleh adalah orang yang rajin ibadah sepanjang tahun.

Sahabat Nabi Saw, ’Alqomah, pernah bertanya pada Sitiu ’Aisyah mengenai amalan Rasulullah Saw, ”Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?” ’Aisyah menjawab, ”Beliau Saw tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).”

Masih dari ’Aisyah, Nabi Saw bersabda, Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (terus-menerus) walaupun sedikit.”

Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, ”Yang dimaksud dengan hadits tersebut adalah agar kita bisa pertengahan dalam melakukan amalan dan berusaha melakukan suatu amalan sesuai dengan kemampuan. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan walaupun itu sedikit.”

Hasan Al-Bashri berkata: ”Wahai kaum muslimin, rutinlah dalam beramal, rutinlah dalam beramal. Ingatlah! Allah tidaklah menjadikan akhir dari seseorang beramal selain kematiannya… Jika syaithon melihatmu terus-menerus dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan makin giat menggodamu.” Wallahu a’lam.*

Read More »
4:33 AM | 0 comments

Saturday, May 28, 2011

Kunci Kebahagiaan: Berbuat Baik

Banyak cara menuju kebahagiaan. Bahkan, tidak sedikit orang mencari kebahagiaan dengan cara yang salah, melanggar aturan Allah SWT. Akibatnya, kebahagiaan itu semu belaka, hanya sesaat, lalu ia merasa resah dan gelisah lagi.

Sesungguhnya Islam memberi panduan bagi umatnya untuk meraih kebahagaiaan itu, yakni berbuat kebaikan berdasarkan iman kepada Allah SWT. Kehidupan yang baik adalah balasan bagi orang beriman dan berbuat baik.

"Siapa saja yang beramal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman maka Aku akan hidupkan mereka dalam kehidupan yang baik." (QS. An-Nahl:97).

"Siapa saja beriman kepada Allah dan hari Akhir serta beramal shaleh mereka tidak pernah takut dan tidak pernah bersedih." (QS. Al-Maidah: 69).

Perbuatan baik (amal saleh) adalah amalan yang tidak merusak; perilaku yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Shalat, zakat, puasa, haji, dzikir, sedekah, menolong sesama, menuntut ilmu, baca Quran, berbakti kepada orangtua, mencari rezeki halal, dan senyum kepada sesama adalah kebaikan dalam perspektif Islam.

Semua amalan baik itu akan berbuah kehidupan yang baik dan menjadikan seorang mukmin tidak pernah merasa takut dan sedih. Bagaimanapun, perbuatan baik selalu mendatangkan kedamaian dalam hati. Sebaliknya, perbuatan buruk (kemaksiatan) mengundang datangnya keresahan dan kegalauan dalam hati. Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
11:23 AM | 0 comments

Thursday, April 14, 2011

Iman Pasti Melahirkan Amal Saleh

Iman selalu melahirkan amal saleh. Jika tidak, keimanannya palsu, karena –menurut jumhur ulama– iman itu bermakna “mengikrarkan dengan lisan, membebarkan dalam hati, dan mengamalkannya dengan anggota badan” (ikrarun bil lisan, tashdiqun bil qolbi, wa ‘amalun bir arkan).

Sejumlah ayat dan hadits berikut ini menyebutkan iman pasti melahirkan amal saleh, seperti shalat, zakat, sedekah, menolong sesama, menegakkan kebenaran Ilahi, dan mencegah kemunkaran.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah maka gemetarlah hati mereka, dan bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (QS. Al-Anfal: 2-4).

“Iman itu 70 cabang lebih atau 60 cabang lebih. Yang paling utama adalah ucapan “laa ilaaha illallaah” dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan dari tengah jalan, sedang rasa malu itu (juga) salah satu cabang dari iman.” (HR. Muslim).

“Siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya (otoritas), jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya, dan yang demikian itu (mengubah dengan hati) adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim). Wallahu a'lam.*

Read More »
1:42 AM | 0 comments

Monday, February 21, 2011

RAIH KEBAHAGIAAN DENGAN AMAL SALEH

Berbahagialah orang-orang yang beramal saleh. Setiap hari jutaan saudaranya sesama Muslim mendoakan keselamatannya dalam shalat: ‘Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ibaadillaahish shoolihiin. Semoga keselamatan senantiasa ada pada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh.

Hamba yang saleh yakni manusia yang beramal saleh. Secara harfiyah, amal saleh (sholih) artinya perbuatan baik, membawa manfaat bagi diri dan orang lain, dan tidak merusak. Allah SWT menegaskan, hanya mereka yang beriman dan beramal saleh –serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran—yang tidak akan merugi hidupnya (QS. Al-‘Ashr).

Dalam ayat lain ditegaskan: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman , maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 7).

Dalam ayat lain Allah SWT merinci jenis-jenis kebaikan atau amal saleh itu, antara lain: beriman; gemar berinfak/sedekah kepada kerabat, anak yatim, kaum miskin, musafir, peminta-minta; mendirikan shalat; menunaikan zakat; menepati janji; dan bersabar dalam kesempitan. (QS Al-Baqarah:177).

Amal saleh adalah satu-satunya teman sejati di alam akirat kelak. Opick juga mengingatkan dalam lirik nasyidnya: Bila waktu t’lah berakhir, teman sejati hanyalah amal…. Mari, perbanyak amal saleh, sekecil apa pun… Amin! Wallahu a’lam.*

Read More »
2:08 AM | 0 comments