Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

Wednesday, October 10, 2012

Cukuplah Allah sebagai Pelindung Kita

hasbunSAAT kita dihimpit masalah, dirundung duka, dibebani kesulitan hidup, juga merasa berada dalam ancaman, maka ucapkanlah doa atau dzikir “Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr (cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami).

Doa tersebut berisi pernyataan ketergantungan kita kepada-Nya, memohon perlindungan-Nya, dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya. Doa tersebut tercantum dalam Al-Quran dan Hadits.

 “(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173).

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr]“. (QS. 8:40).

"Nabi Saw datang pada hari Perang Uhud, lalu ada yang berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka!' Lalu beliau Saw mengucapkan 'Hasbunallah wani'mal wakil, kemudian Allah menurunkann ayat: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (HR. Bukhari). Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
4:32 AM | 0 comments

Tuesday, October 9, 2012

Doa Akhir Majelis: Doa Bersama Mengakhiri Pengajian

Sebuah pertemuan, seperti pengajian atau diskusi keislaman, sebaiknya diakhiri dengan hamdalah bersama-sama dan bacaan doa akhir majelis. Ini dicontohkan Rasulullah Saw. Doa akhir majelis antara lain berfungsi sebagai "kafarat" (penebus dosa) jika selama pertemuan terjadi perbuatan dosa atau kesalahan.

Doa akhir majelis itu berbunyi:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik (Mahasuci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu).

Doa tersebut berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad.
عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ. فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah SAW hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” (HR. Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda:من جلس في مجلس فكثر فيه لغطه فقال قبل أن يقوم من مجلسه ذلك: سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك إلا غفر له ما كان في مجلسه ذلك

"Barangsiapa yang duduk dalam majelis, lalu di dalamnya banyak kegaduhan, maka hendaknya dia berkata sebelum bangun dari majelisnya itu: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut. (HR.  Tirmidzi).

Dari ‘Aisyah ra.
ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقوم من مجلس إلا قال سبحانك اللهم ربي وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك فقلت له يا رسول الله ما أكثر ما تقول هؤلاء الكلمات إذا قمت قال لا يقولهن من أحد حين يقوم من مجلسه إلا غفر له ما كان منه في ذلك المجلس

"Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dari majelis melainkan dia mengucapkan: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Lalu ‘Aisyah berkata: “wahai Rasulullah, betapa banyak engkau ucapkan kalimat itu jika engkau bangundari majelis.” Beliau bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan kalimat itu ketika dia bangun dari majelis, melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut.” (HR. Hakim).*


Read More »
7:49 AM | 0 comments

Friday, October 5, 2012

Trik Jitu Abu Nawas Minta Jodoh

abu-nawasAda saja cara Abu Nawas berdoa agar dirinya mendapatkan jodoh dan menikah. Karena kecerdasan dan semangat dalam dirinya, akhirnya Abu Nawas mendapatkan istri yang cantik dan shalihah.

Sehebat apa pun kecerdasan Abu Nawas, ia tetaplah manusia biasa. Kala masih bujangan, seperti pemuda lainnya, ia juga ingin segera mendapatkan jodoh lalu menikah dan memiliki sebuah keluarga.

Pada suatu ketika ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu sungguh cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita salihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT.

"Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk saya, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang menurutmu ia tidak baik buatku, tolong Ya Allah, sekali lagi tolong pertimbangkan lagi ya Allah..."

Abu Nawas berdoa dengan menyebut nama gadis itu dan terkesan memaksa kehendak Allah.

Abu Nawas melakukan doa itu setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Berjalan lebih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya tak dikabulkan Allah. Ia pun introspeksi diri.

"Mungkin Allah tak mengabulkan doaku karena aku kurang pasrah atas pilihan jodohku," katanya dalam hati.

Kemudian Abu Nawas pun bermunajat lagi. Tapi kali ini ganti strategi, doa itu tidak diembel-embeli spesifik pakai nama si gadis, apalagi berani "maksa" kepada Allah seperti doa sebelumnya:

"Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku..."

Berbulan-bulan ia terus memohon kepada Allah, namun Allah tak juga mendekatkan Abu Nawas dengan gadis pujaannya. Bahkan Allah juga tidak mempertemukan Abu Nawas dengan wanita yang mau diperistri. Lama-lama ia mulai khawatir juga. Takut menjadi bujangan tua yang lapuk dimakan usia. Ia pun memutar otak lagi bagaimana caranya berdoa dan bisa cepat terkabul.

Abu Nawas memang cerdas. Tak kehabisan akal, ia pun merasa perlu sedikit "diplomatis" dengan Allah. Ia pun mengubah doanya:

"Ya Allah, kini aku tidak minta lagi untuk diriku. Aku hanya minta wanita sebagai menantu Ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai Ya Allah. Sekali lagi bukan untukku Ya Tuhan. Maka, berikanlah ia menantu."

Barangkali karena keikhlasan dan "keluguan" Abu Nawas tersebut, Allah pun menjawab doanya.

Akhirnya Allah menakdirkan wanita cantik dan salihah itu menjadi istri Abu Nawas. Abu Nawas bersyukur sekali bisa mempersunting gadis pujaannya. Keluarganya pun berjalan mawaddah warahmah. (Humor Sufi/Detik.com).*

Read More »
9:44 AM | 0 comments

Wednesday, August 8, 2012

Doa Taubat Nasuha

Assalamu'alaikum DD.. mau minta tolong tulisin doa taubatan nasuha ya.. mkch sblm'y :]

JAWAB: Wa'alaikum salam wr wb. salah satu doa taubat, yaitu: Robbighfirlii watub 'alaiya innaka anta tawwaabul ghofuur... Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Wallahu a’lam.*

Read More »
7:04 AM | 0 comments

Tuesday, June 26, 2012

Doa Penangkal Sedih dan Utang

doa utangDoa adalah senjata kaum mukmin dan andalan utama ketika kita dalam kondisi tidak berdaya. Sedih dan utang merupakan bagian dari masalah kehidupan sehari-hari. Semua orang tidak menghendakinya. Namun, jika hal itu menimpa, selain ikhtiar (usaha) agar menjauh dari keduanya, Rasulullah Saw mengajarkan sebuah doa.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a., diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah Saw memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid. Pemuda itu bernama Abu Umamah. Rasulullah Saw bertanya kepadanya : "Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat?"

Abu Umamah menjawab, "Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit utang, wahai Rasulullah." Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, "Ketauhilah, aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan utang-utangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore."
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ


 "Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali"

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia." Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: "Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku." (HR Abu Dawud). Wallahu a'lam.*

Read More »
4:44 AM | 0 comments

Wednesday, May 23, 2012

DOA MENYAMBUT PAGI

pagi"Alloohummaj’al awwala haadzan nahaari sholaahan wa ausathohu najaahan, wa aakhirohu falaahan, yaa arhamar roohimiin" (Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan, dan pertengahannya suatu kemenangan, dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling Penyayang dari segala penyayang).

"Alloohumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon thoyyiban wa ‘amalan mutaqobbala". (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezeki yang baik dan amal yang baik diterima"). (HR. Ibnu Majah).

Dari Abu Hurairah berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَصْبَحَ قَالَ: اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبَكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُشُوْرُ . وَإِذَا أَمْسَى قَالَ: اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila berada di pagi hari berdoa, ‘Ya Allah, kami berada di pagi hari dengan (rahmat)-Mu, di sore hari dengan (Rahmat)-Mu, kami hidup dengan (rahmat)-Mu, kami mati dengan (rahmat)-Mu, dan kepada-Mulah kami dibangkitkan.”‘ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Dari Ibnu Umar berkata,

لَمْ يَكُنْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُ هَؤُلآءِ الْكَلِمَاتِ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى اَللَّهُمَّ إِنَِي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدِّنْيَا وَاْلآخِرَةِ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعِظَمَتِكَ مِنْ أَنْ أَغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggal-kan doa-doa berikut ini di pagi dan di sore hari, ‘Ya Allah, sesungguhnya Soya memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya Saya memohon kepadamu ampunan keselamatan dalam agama dan duhia Saya, keluarga, dan harta Saya.

Ya Allah, tutupilah kejelekan Saya dan tentramkanlah hati Saya. Ya Allah, lindungilah dari depan dan dari belakang Saya, sebelah kanan dan kiri Saya dari atas kepala Saya, serta dengan keagungan-Mu aku berlindung dari upaya makar atas Saya dari bawah Saya.’” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah). Wallahu a'lam.*

Read More »
10:57 PM | 0 comments

Thursday, October 13, 2011

Sempurnakan Doa dan Ikhtiar dengan Tawakal

Tawakal secara bahasa berarti “mewakilkan” atau “menyerahkan”. Dalam Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah Swt dalam menghadapi berbagai masalah atau menunggu hasil suatu ikhtiar. Tawakal juga berserah diri kepada-Nya dalam menantikan akibat suatu keadaan.

Tawakal merupakan perintah Allah Swt. “Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. 8:61).

"Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. 8 : 49).

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin, tawakal ialah “menyandarkan kepada Allah Swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepada-Nya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana, disertai jiwa yang tenang dan hati yang tentram.”

Tawakal adalah sikap mental yang muncul dari dari keyakinan yang bulat kepada Allah Swt, sebagaimana “ikrarnya” setiap kali membaca QS. Al-Fatihah: “Iyyaka na’budi waiyyaka nasta’in”, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Tawakal dilakukan setelah berusaha atau menyertai ikhtiar dan doa. Pada zaman Rasulullah Saw ada seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat. Ketika ditanya, mengapa untanya tidak diikat, ia menjawab: "Saya telah benar-benar bertawakkal kepada Allah". Sabda Nabi Saw: "Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau bertawakkal."

Dari Anas bin Malik ra, ada seseorang berkata kepada Rasulullah SAW. ‘Wahai Rasulullah SAW, aku ikat kendaraanku lalu aku bertawakal, atau aku lepas ia dan aku bertawakal?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ikatlah kendaraanmu lalu bertawakallah.” (HR. Tirmidzi).

Tawakal membuat hati tenang karena yakin akan adanya pertolongan Allah Swt setelah ikhtiar dan berdoa. Allah Swt menjamin rezeki bagi setiap makhluk-Nya.

“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (QS. 65:3).

“Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Tawakal adalah amalan hati (‘amaliyah qalbiyah). Menurut Imam Ahmad bin Hambal, ttawakal merupakan aktivias hati, perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Wallahu a’lam. (Mel, berbagai sumber).*

Read More »
1:14 AM | 0 comments

Thursday, April 7, 2011

Jangan Pernah Lelah Berdoa

Berdoa kepada Allah SWT adalah ibadah karena Dia memerintahkannya sekaligus berjanji mengabulkannya.  Dia menyukai hamba-Nya yang berdoa. Yang tidak berdoa kepada-Nya dinilai sombong dan tempatnya di neraka.

“Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).

Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah Swt akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Hanya saja, pengabulan doa itu bervariasai, ada yang langsung, ditunda di akhirat berupa pahala, atau digantikan dengan selain yang dimohonkan karena Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda ”Apabila seorang Muslim berdoa dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah satu dari tiga perkara: Akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk disimpan (sebagai pahala) dia akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.”

Maka, berdoalah, karena berdoa itu ibadah, cermin keimanan dan pengakuan akan ke-Makakuasaan Allah SWT. Wallahu a’lam.*

Read More »
2:50 AM | 0 comments

Wednesday, April 6, 2011

BELAJAR MEMAHAMI BACAAN DOA

Berdoa kepada Allah SWT bisa dalam bahasa apa saja, karena --sebagai Sang Maha Pencipta-- Allah Maha Mengerti semua bahasa. Namun, kadang kita merasa afdol jika berdoa dalam bahasa Arab sebagaimana Nabi Saw dan para sahabat yang memang orang Arab.

Usahakanlah untuk memahami semua arti doa yang kita ucapkan agar terasa lebih khusyu' dan benar-benar kita "berdialog" langsung dengan Allah SWT. Memang, jika ada yang berdoa dalam bahasa Arab, imam shalat atau penceramah misalnya, kita sebagai makmum/hadirin bilang "Aaminnn" (= perkenankanlah doa kami Ya Allah), meski kebanyakan kita tidak mengerti arti doanya.

Mari mulai belajar memahami arti-arti doa yang sering kita ucapkan. Sebagai contoh: Astaghfirulloh rabbal barooyaa, astaghfirulah minal khothooyaa... Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Tuhan Segala Kebaikan, aku memohon ampun kepada Allah dari segala kehilafan. Baroya = birrun = kebaikan. Khothoyaa = khotho' = kekhilafan.

Mari ucapkan sekarang juga, dan rasakan bedanya dengan sebelum kita memahami artinya. Insya Allah... "Astaghfirulloh rabbal barooyaa, astaghfirulah minal khothooyaa..." Amin....! Wallahu a'lam.*

Read More »
5:39 AM | 0 comments

Tuesday, March 1, 2011

10 Sebab Doa Tidak Dikabulkan

ALLAH SWT berjanji akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. "Berdoalah kamu kepadaKu, niscaya Aku perkenankan permintaanmu” (QS. Al-Mu’min:60).

Apakah kita merasakan ada doa kita yang tidak atau belum dikabulkan? Rasulullah Saw sudah menduganya.  Sabda Rasul: "Padahal doamu itu akan dikabulkan, tapi ketika belum terlaksana, orang itu akan berkata: ‘Aku sudah sering berdoa, tapi belum juga dikabulkan".

Kisah populer di bawah ini akan membuat kita merenungkan apa yang menjadi penyebab terhalangnya doa kita sehingga tidak dikabulkan Allah SWT.

Suatu ketika, sufi ternama asal Persia, Ibrahim bin Adham (w.165 H/782 M) -- seorang bangsawan Negeri Balkah yang meninggalkan negerinya kemudian hidup bersama orang-orang miskin yang tinggal di pinggiran kota Mekah— ditanya tentang doa yang tidak diterima Allah SWT.

Ia bekata: ”Hati kalian telah mati karena 10 perkara”

1. Kamu mengaku mengenal Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajiban kepadanya.
2. Kamu mengenal Al Qur’an, tapi tidak membacanya dan mengamalkan isinya.
3. Kamu mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tapi kamu tinggalkan Sunahnya.
4. Kamu menyatakan bermusuhan dengan syaitan, tetapi kamu ikuti ajakannya.
5. Kamu ingin masuk surga, tetapi tidak sungguh-sungguh dalam beramal untuk memasukinya.
6. Kamu ingin selamat dari siksa neraka, tetapi kamu melemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
7. Kamu sibuk mengoreksi aib orang lain, tapi kamu tidak mau mengoreksi aib kamu sendiri.
8. Kamu tahu kematian itu pasti datang, tetapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk itu.
9. Kamu menguburkan orang-orang mati, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka.
10. Kamu telah diberi berbagai nikmat oleh Allah SWT, tetapi kamu tidak mensyukurinya. (Kisah Sufi).*

Read More »
1:53 AM | 0 comments

Wednesday, February 9, 2011

Mengusap Wajah Usai Berdoa dan Shalat

Sebenarnya selesai berdoa boleh mengusap muka ga, Tad? Saya pernah dengar Rasulullah tidak mengajarkan demikian. Demikian pula sehabis salam, setelah shalat. Bagaimana ini? Nuhun ustad…



JAWAB: Kami belum menemukan keterangan sahih dan kuat yang menyebutkan Rasulullah Saw dan para sahabat mengusap mukanya dengan kedua (telapak) tangannya sesudah berdo’a. Ada memang hadits yang menyebutkan demikian, namun menurut para imam dan ulama ahli hadits, haditsnya lemah (dhoif) dan tidak dapat dijadikan hujjah (alasan) tentang bolehnya mengusap muka dengan kedua telapak tangan usai berdoa.

Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun tentang Nabi Saw mengangkat kedua tangannya di waktu berdo’a, maka sesungguhnya telah datang padanya hadits-hadits yang shahih banyak . Sedangkan tentang beliau mengusap mukanya dengan kedua tangannya , maka tidak ada padanya, kecuali satu-dua hadits yang tidak dapat dijadikan hujjah dengan keduanya”.

Dengan demikian, karena tidak ada contohnya dari Rasulullah Saw, maka kita tidak boleh melakukannya. Demikian pula tidak ada dalil yang sahih tentang keharusan mengusap muka dengan kedua telapak tangan atau satu telapak tangan, sehabis salam sebagai penutup shalat. Meski demikian, yang pasti, jikapun tetap mengusap muka, hal itu tidak membatalkan shalat, toh shalatnya sudah selesai. Wallahu a’lam.*

Read More »
2:55 AM | 0 comments

Thursday, October 14, 2010

Hukum Mengangkat Tangan saat Berdoa

Apakah pada saat berdoa setelah selesai sholat fardhu, Rosulullah saw mengangkat tangannya apa tidak? Mohon penjelasannya, wassalam. 02295056XXX

JAWAB: Sejauh ini kami belum menemukan keterangan atau hadits, yang menyebutkan secara eksplisit dan jelas, bahwa Rasulullah Saw mengangkat tangan ketika berdoa usai shalat fardhu.

Jika mengacu pada hadits shahih Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, jelas Rasulullah Saw tidak mengangkat tangan ketika berdoa usai shalat fardhu.

Dari Anas r.a. berkata, bahwa Rasulullah Saw tidak berdoa dengan mengangkat tangan, kecuali dalam shalat Istisqa (shalat minta hujan). Sesungguhnya beliau mengangkat kedua tanggannya hingga terlihat putih ketiaknya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Namun demikian, soal hukum mengangkat tangan ketika berdoa, terjadi perselisihan pendapat di kalangan ulama: antara boleh, sunah, dan haram (bid’ah) kecuali saat berdoa usai shalat istisqo’.

Sebagian ulama membolehkan/menyunahkan, karena ada juga hadits yang menyebutkan Rasul mengangkat tangan atau menganjurkannya saat berdoa, hanya saja tidak disebutkan hal itu dilakukan Rasul ketika berdoa usai shalat fardhu.

Dari Abi Musa Al-Asy’ari ra berkata, “Nabi Saw berdoa, lalu mengangkat kedua tangannya, hingga aku melihat putih kedua ketiaknya.” (HR Bukhari).

Ibnu Taimiyah berkata : “Adapun tentang Nabi Saw mengangkat kedua tangannya  waktu berdo’a, maka sesungguhnya telah datang padanya hadits-hadits yang shahih (lagi) banyak (jumlahnya). Sedangkan tentang beliau mengusap mukanya dengan kedua (telapak) tangannya (sesudah berdo’a), maka tidak ada padanya (hadits yang shahih lagi banyak), kecuali satu-dua hadits yang tidak dapat dijadikan hujjah (alasan tentang bolehnya mengusap muka dengan kedua telapak tangan).

Dalam berdoa, yang penting ikhlas, sungguh-sungguh, mengerti arti doa (jika berdoa dalam bahasa Arab), dan penuh rasa rendah diri di hadapan Allah Swt. Wallahu a’lam. (pusdai.com)*

Read More »
8:20 AM | 0 comments

Tuesday, May 25, 2010

Doa Usai Shalat Tahajjud

Mau tanya, sebenarnya yang bacaan wirid setelah shalat sunat tahajud/shalat sunat lainnya yg d contohkn rosul itu sprti apa? 085659032XXX

JAWAB: Dalam Hadits Bukhari dinyatakan, Rasulullah Saw usai shalat malam membaca do’a sebagai berikut:

”Alloohumma lakalhamdu anta qoyyimus samaawaati wal ’ardhi waman fiihinna, walakalhamdu laka mulkus samaawaati wal ’ardhi waman fiihinna, walakalhamdu nuurus samaawaati wal ‘ardhi, walakalhamdu antal haqqu wawa’dukal haqqu, walaqoo-ukal haqqu wa qouluka haqqu, waljannatu haqqu wan naaru haqqu wan nabiyyuuna haqqu, wa muhammadun shollalloohu ‘alaihi wasallama haqqu, was saa’atu haqqu.

Alloohumma aslamtu, wabika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaihi anabtu wabika khoshomtu, wailaika haakamtu, fagh firlii maa qoddamtu, wamaa akhkhortu, wamaa asrortu, mawaa a’lantu antal muqoddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illa anta au laa ilaaha ghoiruka, walaa haula walaa quwwata illa billaah.

“Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya, bagi-Mu lah segala puji, Engkau raja penguasa langit dan bumi. Bagi-Mu lah segala puji, pemancar cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu lah segala puji, Engkaulah yang haq dan janji-Mu adalah benar, dan perjumpaan-Mu adalah hak benar, dan firman-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, dan neraka adalah benar, dan Nabi Muhammad pun benar, demikian pula datangnya hari kiamat juga benar. Ya Allah, kepada-Mu aku menyerah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu pula aku mengadu, kepada-Mu pula aku mohon keputusan. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu serta yang akan dating, yang kusembunyikan maupun yang ku tampakkan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan yang terakhir, tiada Tuhan melainkan Allah yang patut disembah, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.

"Robbi adkhilni mudkhola sidqiw wa akhrij ni mukhroja sidqiw wa ja `al li miladunka sulthonan nashiro" (Ya Allah masukkanlah aku dengan masuk yang baik keluarkanlah aku dengan keluar yang baik dan berilah aku pertolongan langsung dari sisi-Mu).

”Rabbana aatinaa fiddunya hasanah wafil aakhiroti hasanah waqina ’adzaabannaar” (Ya Allah berilakah kami keselamatan/kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka).

Usai shalat apa pun, kita bebas berdoa, bahkan dalam bahasa Indonesia sekalipun karena Allah Maha Tahu apa yang terlintas dalam hati kita dan yang kita ucapkan. Doa lainnya a.l. "Allahumma a'inna 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika" (Ya Allah, tolonglah kami agar mampu senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri segala nikmat karuniamu, senantiasa meningkatkan intensitas ibadah kami kepada-Mu);  "Waj'alnaa minalladziina yasma'uuna al-qaula fayattabi'uuna ahsanah" (Ya Allah, jadikanlah kami orang yang mampu mendengarkan lantas mengikuti apa yang terbaik darinya). Wallahu a’lam.

Read More »
7:11 AM | 0 comments