Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Takwa. Show all posts
Showing posts with label Takwa. Show all posts

Friday, March 30, 2012

Hubungan Baik dengan Allah Saja Tidak Cukup

Hablum minallah (hubungan dengan Allah) seperti rajin shalat, puasa, dsb. tidak cukup bagi sorang ahli surga, tapi ia juga harus hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia) berupa akhlak dan perilaku yang baik, termasuk tidak menyakiti tetangga, teman, atau sesama manusia.

Rasulullah Saw menegaskan, "Ittaqillah haytsu ma kunta, wattabi'i saiatil hasanata tamhuha wa khaaliqinnasa bi khuluqin hasanin" (HR At-Tirmidzi). Bertakwalah kepada Allah di mana saja berada, dan iringi perbuatan buruk dengan berbuat baik, maka keburukan itu akan hapus, dan bergaullah dengan sesama manusia dengan perangai yang baik.

Syahdan, di zaman Rasulullah Saw, ada seorang perempuan yang sangat rajin berpuasa sunnah, apalagi puasa wajib, di malam harinya ia habiskan waktunya dengan shalat dan berdzikir.

Ketika wanita itu meninggal dunia, ada sahabat berkomentar positif : “Alangkah bahagianya dia (wanita itu) karena syurga telah menantinya“. Hal itu ditanggapi oleh Rasul dengan sabdanya “HIYA FINNAR” “Sesungguhnya ia (wanita itu) masuk neraka.” (HR. Hakim).

Dalam hadits lain dikatakan, Nabi Saw bersabda : “Demi Allah, ia bukanlah orang beriman. Ditanyakan kepada beliau, siapakah orang itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab “Orang karena perbuatannya menyebabkan tetangganya merasa tidak aman.” (HR. Bukhari dan Muslim). Wallahu a'lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
2:09 AM | 0 comments

Monday, July 11, 2011

Tips Agar Allah SWT Selalu Menolong Kita

Jangan berharap pertolongan kepada sesama manusia karena manusia sering zhalim dan kikir. Mintalah pertolongan hanya kepada Allah SWT dan biarkan Dia Yang Mahakasih yang akan “mengutus” siapa pun yang akan menolong kita.

”Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah:214). ”Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang–orang yang beriman.” (QS. Ar Ruum:47).

Pertolongan Allah itu pasti datang. Syaratnya, kita sudah mengundang datangnya pertolongan itu, antara lain:
1. Bertakwa kepada-Nya
2. Membela Agama-Nya (Islam).
3. Bersabar
4. Pantang Berputus Asa
5. Suka menolong sesama.

Bertakwa
Yakni menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”(QS. Ath-Thalaq:2).

”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.”(QS. Ath-Thalaq:4)

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz: ”Siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya, serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan–larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab–sebab pertolongan Allah padanya…”

Menolong Agama Allah
Artinya mengimani, memahami, mengamalkan, mendakwahkan, dan membela ajaran Islam.

"Jika kalian menolong (menegakkan agama) Allah, maka Allah pasti akan menolong kalian dan mengokohkan pijakan kalian." (QS Muhammad:7).

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40).

Sabar
Bersikap tegar dalam menghadapi musibah, melaksanakan perintah Allah, dan menahan godaan kemaksiatan.

”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS. Al-Baqarah:153).

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (QS. Al-Anfaal:46).

Pantang Berputus Asa
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar:53).

Menolong Sesama
“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya” (HR. Muslim). Wallahu a’lam. (Abu Faiz).*

Read More »
5:34 AM | 0 comments

Wednesday, November 17, 2010

Spirit Ukhuwah dan Rela Berkorban

* Intisari Hikmah Idul Adha

Ibadah haji mengajarkan kesiapan mental-fisik untuk menjalani kehidupan dengan tuntunan dan tuntutan Islam. Tauhidullah dan syariat Islam yang ditegakkan dan didakwahkan Nabi Ibrahim a.s., Nabi Muhammad Saw, juga nabi dan rasul lainnya, wajib kita imani, pahami, amalkan, dakwahkan, perjuangkan, dan bela!

Ibadah haji juga mengajarkan kesamaan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia. Maka, promosikan ukhuwah di kalangan manusia, khususnya sesama kaum Muslim!

Semua manusia sama dalama pandangan Allah. Hanya takwa yang membedakannya. Taka tercermin dalam akhlak karimah atau perangai yang baik. Tidak peduli apa pun pekerjaan dan jabatannya, yang membuat seseorang mulia bukan pekerjaan atau jabatan, tapi ketakwaannya, akhlaknya!

Pakaian ihram jamaah haji mengandung pesan: suatu saat, cepat atau lambat, kita akan hanya berbusana kain kafan nan putih. Hanya amal saleh yang menjadi bekal dan penolong kita di alam akhirat kelak.

Ibadah kurban mengajarkan semangat berkorban apa saja, demi tegaknya syi’ar Islam dan ketaatan kepada perintah Allah Swt. Jiwa, raga, atau diri kita dan harta yang kita miliki, hakikatnya titipan atau amanah dari Allah Swt. Maka, gunakan tenaga, pemikiran, harta, jabatan, atau apa pun yang kita miliki, demi dakwah Islam dan ibadah kepada Allah Swt.

Harta adalah amanah sekaligus fasilitas ibadah kepada Allah. Harta bukan tujuan, tapi sarana ibadah. Maka, alangkah meruginya orang berharta yang tidak menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Lakukan ibadah harta berupa zakat, infak, dan sedekah. Allah Swt menjamin, harta yang diinfakkan akan berkah dan tidak akan berkurang, justru bertambah dengan keberkahan.

Selain itu, penyembelihan hewan kurban mengandung pesan agar kita "menyembelih" pula sifat-sifat hewaniyah (kebinatangan) --perangai buruk laksana hewan seperti rakus, angkuh, pelit, "cuek", tak tahu malu-- dalam diri kita. Ia pun mengajarkan semangat "share and care", berbagi dan peduli, terhadap sesama. Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
1:38 AM | 0 comments