Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Idul Adha. Show all posts
Showing posts with label Idul Adha. Show all posts

Friday, October 26, 2012

Kurban Setelah Hari Raya Idul Adha, Boleh?

Assalamualaikum.... saya mau tanya.... apakah ada batasan hari saat berkurban? Misalnya berkurbannya setelah hari raya idul adha itu masih bisakah? (BMI Hong Kong).

JAWAB: Wa'alaikum salam wr wb. Boleh, yaitu besok, lusa, dan sehari sesudahnya. Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari ini, Jumat 10 Dzulhijjah 1433 H/26 Oktober 2012.

Waktu pelaksanaan kurban adalah seusai melakukan sholat Idul Adha, 10 Dzulhijjah, sampai terbenamnya matahari pada akhir (menjelang masuk waktu Maghrib) hari Tasyriq, yaitu 13 Dzulhijjah. Jadi, tersedia waktu selama empat hari, yakni tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau 26, 27, 28, dan 29 Oktober 2012.

"Awal pekerjaan kita di hari ini (‘Idul Adha) adalah shalat, kemudian pulang dan menyembelih hewan. Siapa yang melakukannya seperti itu, maka sudah seusai dengan sunnah kami dan siapa yang menyembelih sebelum shalat, maka menjadi daging yang diberikan kepada keluarganya bukan termasuk ibadah ritual.” (HR. Bukhari dan Muslim).

"Orang yang shalat sebagaimana shalat kami dan menghadap kiblat kami dan menyembelih sembelihan kami, maka janganlah menyembelih hingga setelah shalat.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Hibban).

"Siapa yang menyembelih sebelum shalat ('Id), maka dia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang menyembelih setelah shalat dan dua khutbah, maka dia telah menyempurnakan sembelihannya dan sesuai dengan sunnah muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Semua hari Tasyrik adalah waktu untuk menyembelih.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad). Wallahu a'lam.

Read More »
1:27 AM | 0 comments

Wednesday, August 8, 2012

Yang Kurban Dilarangan Potong Kuku?

Saya mau tanya soal kurban di bulan haji, bagi yang berkurban apa ada sunah2 tertentu? Soalnya saya pernah dengar dari teman, bahwa yang ikut kurban jangan memotong kuku & rambut di 10hari pertama bulan haji, kira2 apa saja sunah2 yang lainnya?

JAWAB: Benar. Seseorang yang hendak berkurban dilarang untuk memotong kuku dan rambut ketika sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurbannya disembelih.

”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim).

Larangan tersebut berlaku untuk cara apa pun dan untuk bagian kuku dan rambut mana pun. Artinya, mencakup larangan mencukur gundul atau mencukur sebagian saja atau sekadar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan mau pun di ketiak (Shahih Fiqih Sunnah II:376).

Rambut dan kuku yang dilarang untuk dipotong dalam hadis di atas adalah rambut dan kuku shohibul kurban, bukan rambut dan kuku hewan kurban karena kata ganti yang digunakan dalam hadits di atas adalah kata ganti tunggal untuk jenis mudzakar (laki-laki) dan ini adalah kata ganti yang kembali kepada pemillik hewan bukan hewannya.  Wallahu a’lam.*

Read More »
7:48 AM | 0 comments

Friday, October 28, 2011

Hukum dan Hikmah Ibadah Kurban

Ibadah kurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan takwa.

Kurban adalah suatu amalan yang disyariatkan Islam pada tahun kedua hijriyah. Allah SWT mensyari’atkannya melalui surat Al-Kautsar (QS. 108:1-2).“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Mayoritas ulama menyatakan Sunnah Muakkadah, sunnah yang sangat dianjurkan.“Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witir, nahr (qurban), dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni). “Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adha.“Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.” (HR. Tirmidzi). “Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi).

Manfaat Kurban
1. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim a.s.
2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Mengikis sifat tamak (serakah) dan mewujudkan sifat murah hati.
4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan Allah SWT.
5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.

Inti ibadah kurban adalah nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketulusan,  perhatian, kepedulian, empati, dan solidaritas sosial.

Besarnya pahala, berkah, dan hikmah kurban menjadikan para sahabat Nabi Saw saling berlomba memilih jenis hewan kurban terbaik dan termahal, seperti onta, dari jenis binatang yang sehat dan gemuk.

Ibnu 'Umar ra meriwayatkan: "Umar bin Khathab pernah memberikan uang sebanyak 350 dinar untuk membeli hewan kurbannya dan menyuruh untuk dibagi pada kaum miskin.

Kurban adalah syi’ar keluhuran dan keagungan Islam. Semua agama punya syi'ar, tapi tidak seindah dan seluhur syi'ar Islam.

Syi'ar Kurban bukan ajang pamer kekayaan dan kemewahan, melainkan kebanggaan dan keunggulan beribadah yang ditujukan hanya untuk Allah SWT.

Niat ibadah kurban itu hanya untuk Allah semata (fashalli lirabbika wanhar, maka shalatlah dan berkurbanlah –QS. Al-Kautsar). Kurban tidak boleh disertai kepentingan lain, harus hanya karena Allah SWT saja yang tercermin dalam salah satu do'a kurban:

"Bismillâhi wallâhu akbar, allâhuma minka walaka" --dengan nama Allah dan Allah Maha besar. Ya Allah ini dari-Mu dan hanya untuk-Mu."

Imam Ibnu Katsir berkata: "Ibadah kurban ini disyari'atkan, yaitu hadyu bagi jama'ah haji (tamattu' dan qiran, pent) dan udlhiyah bagi yang tidak naik haji, di antara manfaatnya supaya kita dapat menyebut asma Allah terutama saat menyembelih binatang kurban itu (aspek tauhid).

Allah SWT adalah  Ar Razzaq. Karenanya, Al-Qur'an nyatakan, yang sampai bukan daging maupun darahnya, sebab Allah Ta'ala Maha Kaya.

Dalam Shahih Muslim (No.2564) Nabi Saw bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh dan kepada kekayaan kalian. Allah hanya melihat pada hati dan amal kalian." (Tafsir Imam Ibnu Katsir. Juz 5:427-431).

Al-Ihsan Fil-Udlhiyah. Dalam praktek penyembelihan kurban ada tujuan ihsan, antara lain dengan menyayangi binatang, seperti dalam hadits Syaddab bin Aus Al Anshari ra  Shahih Muslim, 3:1548, Nabi Saw menyuruh untuk berlaku ihsan terhadap semua makhluk Allah, yang hidup maupun yang sudah mati, manusia maupun binatang. Tukang potong tidak boleh menakut-nakuti hewan sembelihan, pisaunya harus tajam, tidak boleh menyakiti hewan Qurban dengan mengambil sebagian dari dagingnya sebelum disembelih, sembelihlah binatang itu dengan baik.

Idzhârul manâfi' duniawiyah wal ukhrawiyah, yakni tujuan menampakkan manfaat duniawi dan ukhrawi dari inti-inti ajaran Islam, seperti tujuan kesehatan pada menyedekahkan dagingnya, tujuan ekonomi pada pembelian hewan, tujuan budaya pada kedatangannya setiap tahun, tujuan sosial pada berhimpunnya banyak jama'ah saat penyembelihan dan pembagian dagingnya, dan sebagainya.

Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa Juz 25:298, menyatakan, menjamu orang (tamu) dengan daging kurban adalah syi'ar, karena makan daging kurban adalah sunnah, sebagaimana  Nabi Saw melakukannya.

I’tibar

Al Qur'an menyatakan , dalam syari'at kurban ini terkandung banyak kebaikan (lakum fiyha khayrun, al Hajj:36), yaitu :

(1.) Pada sisi binatangnya, bisa  menjadi media tontonan dan hiburan seperti kita saksikan di kebun binatang (fahum lahâ mâlikûn,Yasin:71), bisa menjadi  kendaraan bisa juga menjadi makanan, minuman, dan kepentingan hidup lainnya, Yasin:72.

(2.) Pada sisi tarbiyah, ada banyak binatang yang Allah jadikan sebagai materi ajar, seperti terhadap onta bagaimana dia diciptakan (Al-Ghasyiyah:17), bagaimana tidak mungkinnya onta masuk lubang jarum  sebagai   permisalan  bagi  orang kafir yang mustahil masuk syurga.

Pada zaman kekhalifahan Islam, binatang-binatang ini berfungsi menjadi kadar gaji para pejabat Negara selain ukuran kadar emas dan perak. Pahala orang yang datang pada shalat Jum'at diukur berdasarkan tingkatan onta, sapi, kambing, ayam dan telor.

(3.) Pada sisi 'ubudiyah, binatang dapat dijadikan hadyu bagi jama'ah haji Tamattu' dan Qiran, bisa menjadi kompensasi tebusan Dam Kaffarah, bisa menjadi persembahan 'aqiqah untuk anak, dan dijadikan perantaraan   mendapatkan  ridha  Allah pada qurban Udlhiyah Idul Adha, baik secara sendiri-sendiri, korban kolektif maupun seisi rumah setiap tahun.

Binatang kurban berfungsi sebagai syi'ar yang mendekatkan hubungan orang tua dan anak, tetangga, kerabat, profesi bahkan hubungan antara penganut agama.

(4.) Pada sisi 'aqidah, dengan menyembelih hewan sembelihan; baik yang wajib, nadzar maupun sunnah, kita sesering mungkin menyebut asma Allah sambil mengenang jejak sejarah anak Nabi Adam as dan napak tilas nilai perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim as dengan isteri dan anaknya, sekaligus nilai sejarah Masy'aril Haram dari 'Arafah, Mudzdalifah, Mina dan tempat bersejarah lainnya. (Sumber: Majlis Fatwa Dewan Da'wah, ddiijakarta.or.id & pusdai.com).*

Read More »
12:35 PM | 0 comments

Wednesday, November 17, 2010

Spirit Ukhuwah dan Rela Berkorban

* Intisari Hikmah Idul Adha

Ibadah haji mengajarkan kesiapan mental-fisik untuk menjalani kehidupan dengan tuntunan dan tuntutan Islam. Tauhidullah dan syariat Islam yang ditegakkan dan didakwahkan Nabi Ibrahim a.s., Nabi Muhammad Saw, juga nabi dan rasul lainnya, wajib kita imani, pahami, amalkan, dakwahkan, perjuangkan, dan bela!

Ibadah haji juga mengajarkan kesamaan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia. Maka, promosikan ukhuwah di kalangan manusia, khususnya sesama kaum Muslim!

Semua manusia sama dalama pandangan Allah. Hanya takwa yang membedakannya. Taka tercermin dalam akhlak karimah atau perangai yang baik. Tidak peduli apa pun pekerjaan dan jabatannya, yang membuat seseorang mulia bukan pekerjaan atau jabatan, tapi ketakwaannya, akhlaknya!

Pakaian ihram jamaah haji mengandung pesan: suatu saat, cepat atau lambat, kita akan hanya berbusana kain kafan nan putih. Hanya amal saleh yang menjadi bekal dan penolong kita di alam akhirat kelak.

Ibadah kurban mengajarkan semangat berkorban apa saja, demi tegaknya syi’ar Islam dan ketaatan kepada perintah Allah Swt. Jiwa, raga, atau diri kita dan harta yang kita miliki, hakikatnya titipan atau amanah dari Allah Swt. Maka, gunakan tenaga, pemikiran, harta, jabatan, atau apa pun yang kita miliki, demi dakwah Islam dan ibadah kepada Allah Swt.

Harta adalah amanah sekaligus fasilitas ibadah kepada Allah. Harta bukan tujuan, tapi sarana ibadah. Maka, alangkah meruginya orang berharta yang tidak menjadikannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Lakukan ibadah harta berupa zakat, infak, dan sedekah. Allah Swt menjamin, harta yang diinfakkan akan berkah dan tidak akan berkurang, justru bertambah dengan keberkahan.

Selain itu, penyembelihan hewan kurban mengandung pesan agar kita "menyembelih" pula sifat-sifat hewaniyah (kebinatangan) --perangai buruk laksana hewan seperti rakus, angkuh, pelit, "cuek", tak tahu malu-- dalam diri kita. Ia pun mengajarkan semangat "share and care", berbagi dan peduli, terhadap sesama. Wallahu a’lam. (Mel/ddhongkong.org).*

Read More »
1:38 AM | 0 comments