Assalamu'alaikum! | About Us | Contact | Register | Sign In

Sponsored

Showing posts with label Mandi. Show all posts
Showing posts with label Mandi. Show all posts

Saturday, August 18, 2012

Haruskah Mandi Sebelum Shalat Id?

shalat idAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Selamat malam pengasuh DD,  saya mau bertanya tentang satu hal yang berkenaan dengan hari raya Idul Fitri.  Sudah menjadi satu tradisi dalam keluarga saya, setiap pagi di hari raya Idul Fitri, tepatnya sebelum menunaikan ibadah shalat Id, kami (anak-anak) diharuskan untuk mandi keramas oleh orang tua kami.

Nah, yang ingin saya tanyakan adalah,  apakah syariat Islam memang membenarkan dan mengharuskan tradisi mandi keramas sebelum shalat Id, dan jika tidak mandi dan keramas terlebih dahulu sebelum shalat Id, tapi mengerjakan shalat Id, bagaimana hukumnya. Sekian, dan terima kasih DD. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

JAWAB: Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh... Selamat malam juga. Benar. Mandi sebelum shalat id hukumnya sunah. Dianjurkan untuk mandi sebelum pada hari ‘ied sebelum ke tanah lapang, sebagaimana hal ini dilakukan oleh Ibnu Umar yang dikenal semangat mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat (id)”. Wallahu a’lam.*

Read More »
4:06 PM | 1 comments

Monday, October 10, 2011

Cara Mandi Junub bagi Wanita

Sy mau bertanya, bagaimana cara mandi wajib (junub) bagi perempuan secara  benar? Mohon jawaban nya (wida). 082116894XXX. Wassalam.

JAWAB: ‘Aisyah r.a. berkata: “Kami ( istri-istri Nabi Saw) bila salah seorang di antara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud).

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub. Ummu Salamah r.a. berkata:

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasaai, Tirmidzi).

Berdasarkan contoh para istri Rasul tersebut, maka mandi junub bagi wanita pada dasarnya sama dengan pria, yakni membasuh seluruh tubuh, termasuk rambut. Rinciannya: disunahkan wudhu’ dulu, menyiramkan ke atas kepala tiga kali, menggosok kepala hingga air sampai ke pangkal rambut, lalu membasuh seluruh tubuh. Wallahu a’lam.*

Read More »
4:22 AM | 0 comments

Monday, October 3, 2011

Habis Mandi Perlu Wudhu Lagi

Ada beberapa pertanyaan yg mau saya tanyakan.
1. Meletakkan pergelangan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri saat bersedekap (sholat ), sesuai dalil tidak?
2. Waktu larangan sholat ketika matahari tepat di atas kepala hingga condong, kalau dikaitkan dengan jam, jam berapa?
3. Boleh tidak mandi biasa (mandi untuk menyegarkan dan membersihkan badan/bukan mandi junub), tapi tata caranya seperti mandi junub, dengan tujuan setelah selesai mandi tidak perlu wudhu lagi, karna saya apabila mandi di sore hari sering kali waktunya mendekati waktu magrib? Mohon jawabannya, wassalam. (Widy)

JAWAB:
1. Ada, itu contoh dari Rasulullah Saw. Dalilnya a.l. "Kami, para nabi, diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika shalat." (HR. Ibnu Hibban dan Adh-Dhiya' dengan sanad shahih). “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

2. Waktu-waktu yang dilarang melakukan salat a.l. ketika matahari berada di puncak atau tepat di atas kepala (tepat tengah hari), disebut juga Titik Zenith, hingga bergesar ke arah barat. “Ada tiga waktu, yang kita dilarang mengerjakan shalat atau menguburkan orang meninggal pada waktu itu; yaitu ketika matahari terbit sampai menjadi tinggi, ketika matahari berada tepat di atas kepala sampai tergelincir, ketika matahari menjelang terbenam sampai matahari terbenam”. (HR. Muslim).

Jamnya tidak bisa ditentukan secara tetap, karena berubah-ubah, sebagaimana berubah-ubahnya waktu shalat zhuhur, kadang beberapa menit sebelum jam 12.00, kadang beberapa menit setelahnya.

3. Seseorang yang bersuci dari hadats besar (mandi junub), maka otomatis dia juga bersuci dari hadats kecil. “Rasulullah Saw mandi, lalu shalat dua rakaat, dan saya (Aisyah) tidak melihat beliau berwudhu lagi setelah mandi.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Namun, jika mandi biasa (bukan mandi junub), maka tetap harus wudhu' dulu jika hendak shalat. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” [QS. Al-Maidah:6]. Wallahu a'lam.

Read More »
12:33 PM | 0 comments

Tuesday, September 6, 2011

Cara Hilangkan Hadats Besar Selain Mandi

Assalamualaikum pak ustadz,apabila kita berjunub kemudian kita sedang sakit yg tidak bisa kena air untuk mandi.Apakah ada cara lain u/ menghilangkan hadast besar tsb selain mandi?terima kasih.wassalamualaikum.

JAWAB: Wa'alaikum salam wr. wb. Hadats besar harus disucikan dengan mandi. Jika memang berhalangan menggunakan air (mandi), maka boleh tayammum.

Syeikh al-Islam Ibn Taimiyah rh. (Majmu' Fatawa, 21/396): "Jika terdapat sebab untuk melakukan tayammum, seperti ketiadaan air, atau tidak dapat menggunakannya akibat sakit, maka tayammum akan menggantikan wudhu' dan mandi wajib. Jika ada air (diperbolehkan menggunakan air untuk yang madarat), maka hendaklah mandi menghilangkan janabahnya tersebut.

Daripada Imraan ibn Hussain ra. Rasulullah saw melihat seorang lelaki yang menjauhkan diri dan tidak bersholat dengan kaumnya, maka baginda berkata : "Ya Fulan, apa yang menghalang kamu dari tidak bersolat dengan kaummu?" Dia menjawab : "Ya Rasulullah, saya dalam keadaan junub, dan tiada air. Baginda berkata : Kamu hendaklah menggunakan tanah yang bersih, karena ia mencukupi untukmu..... di dalam riwayat lain Nabi saw menjumpai air dan memberinya kepada orang yang telah menjadi junub tersebut, dan berkata : pergilah siram ini keatas dirimu." [Hadith riwayat al-Bukhari]. Wallahu a’lam.*

Read More »
7:06 AM | 0 comments

Tuesday, August 16, 2011

Hukum Mandi di Masjid

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana hukumnya mandi di masjid? Mohon penjelasannya... Terimaksih.   081228152XXX

JAWAB: Wa'alaikum salam wr. wb. Boleh, tidak ada larangan. Makanya hampir semua masjid menyediakan kamar mandi. Bahkan harus menyediakannya, kalau-kalau ada jamaah yang wajib mandi junub. Wallahu a’lam.*

Read More »
7:25 AM | 0 comments